PATI — KanalSatu.id, Posyandu di Kabupaten Pati diminta tidak berhenti pada status aktif, melainkan mampu melayani secara optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra, saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan di Hotel New Merdeka Pati, Kamis (8/10/2026). “Kita perlu memberikan dukungan agar Posyandu benar-benar aktif, hidup, dan memberikan manfaat nyata,” ujarnya.
Menurut Dwi, penguatan Posyandu memerlukan sinergi antara Tim Pembina tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa, serta semua unsur yang terkait enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kolaborasi itu dinilai perlu agar pengelolaan lebih terarah dan mampu menjawab kebutuhan warga di lapangan. “Kita perlu memastikan bahwa setiap pihak memahami perannya dan bergerak dalam arah yang sama,” ucapnya.
Ia memaparkan lima fokus penguatan. Pertama, pembinaan dilakukan berjenjang dan berkelanjutan lewat pemantauan serta evaluasi rutin. Kedua, kapasitas kader sebagai ujung tombak pelayanan terus ditingkatkan, baik pengetahuan maupun keterampilan teknis. Terkait evaluasi, Dwi menekankan, “Evaluasi bukan sekadar melihat angka capaian atau menentukan Posyandu aktif dan tidak aktif. Yang lebih penting adalah mengetahui apa yang sudah berjalan baik, apa yang masih menjadi kendala, dan dukungan apa yang dibutuhkan.”
Ketiga, koordinasi antara Posyandu, Puskesmas, dan OPD teknis pengampu enam bidang SPM diperkuat agar data dari lapangan terhubung dengan layanan dan program yang tepat sasaran. “Tim Pembina memperkuat pembinaan, pemerintah desa memberikan dukungan, Puskesmas memperkuat pelayanan dan pendampingan, kader menjalankan peran dengan aktif, dan masyarakat terus kita dorong untuk menjadi bagian dari Posyandu,” katanya. Keempat, dukungan pemerintah desa terhadap kelembagaan, kader, serta sarana dan prasarana ditingkatkan melalui komunikasi terbuka. Kelima, hasil evaluasi dijadikan dasar perbaikan berkelanjutan. “Pada akhirnya, keberhasilan Posyandu ditentukan dari seberapa besar manfaat yang diberikan bagi masyarakat,” tegasnya.
Rapat yang dihadiri Tim Pembina Posyandu tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa ini diharapkan menghasilkan kesamaan pemahaman, pembagian peran yang jelas, identifikasi persoalan, serta rencana tindak lanjut yang konkret. Dwi pun mengajak semua pihak membangun Posyandu Pati yang aktif, tertib, kuat secara kelembagaan, dan mampu memberikan pelayanan berkualitas serta berkelanjutan. (RED)












