Beranda Daerah Lima Atlet Panahan dan Dua Penghafal Quran Asal Pati-Rembang Melaju ke Tingkat...

Lima Atlet Panahan dan Dua Penghafal Quran Asal Pati-Rembang Melaju ke Tingkat Nasional IYF

0

PATI — KanalSatu.id, Islamic Youth Festival (IYF) JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah telah rampung digelar dengan lancar. Sejumlah delegasi dari Abu Bakar Group Kabupaten Pati dan Rembang berhasil menembus tingkat nasional. Mereka yang lolos merupakan juara cabang panahan dan tahfidz yang dilombakan pada September 2026. Kabupaten Pati sendiri mengirimkan 24 peserta panahan, 6 peserta tahfidz, dan 4 peserta robotik.

Untuk cabang panahan, lima delegasi Pati-Rembang yang melaju ke nasional adalah Baqi’ah Azafir (Juara 1 Eliminasi dan Kualifikasi Divisi Standar Nasional SMP Putra), Nadhira Thafana Ghaisani (Juara 3 Eliminasi dan Juara 2 Kualifikasi Divisi Standar Nasional SMP Putri), Array Adhyasta Pranaja (Juara Kualifikasi Divisi Standar Nasional SMP Putra), Muhammad Alwi Zulfikar (Juara 2 Eliminasi Divisi Barebow Kelas 4-6 Putra), dan Alya Dewina Maryam (Juara 2 Divisi Barebow Kelas 4-6 Putri).

Dari cabang tahfidz, dua siswi asal Pati yang lolos adalah Fatiha Maulani Rafanda dari SDIT Khadijah Jakenan dan Alya Fauzia Ali dari SDIT Abu Bakar. Sementara itu, hasil cabang robotik masih menunggu keputusan dewan juri, begitu pula lima mata pelajaran lain yang masih dalam penilaian, yakni Matematika, IPAS, Bahasa Inggris, IPS, dan Bahasa Arab.

Ketua Panitia IYF 2026 Kabupaten Pati, Moh. Heriyanto, M.Pd., menjelaskan bahwa ajang tahun ini mempertemukan beragam potensi anak, mulai dari menggambar, tahfidz, panahan, hingga koding. “Setiap bidang memiliki karakter dan tantangannya masing-masing. Namun semuanya memiliki satu pesan yang sama: setiap anak memiliki potensi yang perlu ditemukan, dilatih, diarahkan, dan diberikan ruang untuk berkembang,” ujarnya.

Ia berpesan agar peserta tidak menjadikan gelar juara sebagai satu-satunya tujuan. “Jangan jadikan juara sebagai satu-satunya tujuan. Jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk memberikan ikhtiar terbaik, belajar dari pengalaman, menghargai teman, menerima hasil dengan lapang dada, dan terus memperbaiki diri,” katanya. Menurutnya, semangat pendidikan Islam terpadu adalah mencetak generasi yang kuat ilmu dan keterampilan sekaligus kokoh iman dan akhlak, yang ia sebut sebagai kompetensi yang berpijak pada nilai. (RED)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here