Beranda Uncategorized DPRD Sukarno Sebut Program Wajib Belajar 9 Tahun Sudah Tak Releven

DPRD Sukarno Sebut Program Wajib Belajar 9 Tahun Sudah Tak Releven

0
Anggota Komisi B DPRD Pati, Ir. HM. Nur Sukarno
Anggota Komisi B DPRD Pati, Ir. HM. Nur Sukarno

KanalSatu.id – PATI, – Anggota DPRD Pati, Sukarno mengatakan, program wajib belajar (Wajar) 9 tahun dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) saat ini sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan era yang serba digital. Dirinya mendorong, agar pemerintah merubah kebijakan yang mulai diberlakukan sejak 30 tahun itu dengan Wajib Belajar 12 tahun.

“Minimal masyarakat kita lulus tingkat lanjutan atas. Ini kan harus mempertimbangkan adanya kebutuhan pasar tenaga kerja yang mensyaratkan pendidikan minimal adalah setingkat Sekolah Menengah Atas atau SMA,” terang Sukarno.

Menurut Sukarno, sejarah ajib belajar itu dimulai dari pendidikan dasar 6 tahun yang dicanangkan pada tahun 1984. Pada saat kondisi perkembangan zaman dipandang tidak mencukupi maka pendidikan dasar 6 tahun ditingkatkan menjadi pendidikan dasar 9 tahun yang dimulai pada tanggal 2 Mei 1994, yang bertepatan pada hari Pendidikan nasional kala itu.

“Kebijakan wajib belajar sembilan tahun ini sudah berlangsung selama 30 tahun. Dan zaman sudah semakin berkembang, sehingga kami mendorong agar kebijakan tersebut ditambah menjadi 12 tahun, yaitu sampai tingkat lanjutan atas,” sambungnya.

Kader Partai Golkar ini berharap, dengan pendidikan yang lebih tinggi, maka akan mampu meningkatkan dan mempertinggi kualitas tenaga kerja dari sisi SDM. sehingga memungkinkan tersedianya angkatan kerja yang lebih terampil, handal dan sesuai dengan tuntutan pembangunan serta meningkatkan produktivitas nasional.

“Dengan demikian, maka setiap warga negara akan memiliki kemampuan untuk memahami dunianya, mampu menyesuaikan diri bersosialisasi dengan perubahan masyarakat dan jaman, mampu meningkatkan mutu kehidupan baik secara ekonomi, sosial budaya, politik dan biologis, serta mampu meningkatkan martabatnya sebagai manusia warga negara dari masyarakat yang maju,” tutupnya. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here