SRAGEN — KanalSatu.id, Jembatan Bendronggeni yang selama ini hanya memiliki lebar tiga meter kini direkonstruksi menjadi 6,5meter. Tak hanya lebih lebar, jembatan penghubung Kedawung–Masaran tersebut juga dibangun tanpa pilar di tengah sungai untuk mengatasi keterbatasan jembatan lama sekaligus memperlancar aliran air dan mobilitas warga.
Untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana, Bupati Sragen Sigit Pamungkas meninjau langsung progres rekonstruksi Jembatan Bendronggeni di Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kamis (3/9/2026).
Jembatan baru dibangun sepanjang 30meter dengan lebar 6,5meter dan lebar efektif jalan 5,5 meter. Pembangunan jembatan tersebut menelan anggaran Rp3,8 miliar dan ditargetkan selesai akhir November 2026. Konstruksi tanpa pilar di tengah sungai juga diharapkan mengurangi risiko sampah tertahan yang sebelumnya berpotensi memicu sumbatan saat debit air meningkat.
“Jembatan ini merupakan jalur utama masyarakat yang akan kita perlebar dan perkuat agar lebih tangguh serta memberikan kenyamanan dalam berlalu lintas. Mohon maaf kepada masyarakat karena selama pekerjaan berlangsung mobilitas sementara terganggu hingga jembatan selesai,” ujar Sigit.
Salah satu warga sekitar, Triyono, mengatakan jembatan tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat, termasuk anak sekolah dan pekerja yang setiap hari melintas. Kondisi jembatan lama yang sempit membuat rekonstruksi dinilai diperlukan untuk mendukung kelancaran perjalanan warga.
“Jembatan ini memang sangat penting bagi kami. Untuk sementara kami menggunakan jembatan alternatif agar aktivitas tetap berjalan. Mudah-mudahan setelah selesai, perjalanan dari Kedawung ke Masaran maupun sebaliknya semakin lancar,” katanya.
Penulis: Henik
(Hms.Jtg)










