PEKALONGAN – KanalSatu.id, Sebanyak lebih dari 400 bibit mangrove ditanam di kawasan wisata Kano, Kelurahan Kandang Panjang, Kota Pekalongan, baru-baru ini. Penanaman diinisisasi oleh Pokdarwis Cipta Pesona Mandiri bersama komunitas setempat, sebagai upaya memperbaiki ekosistem pesisir yang terdampak rob dan banjir.
Pengendali Ekosistem Hutan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV, Irawan Budiwibowo, mengatakan pihaknya mendukung gerakan tersebut, melalui penyediaan bibit dan pendampingan teknis.
“Setiap komunitas, kelompok, maupun gerakan masyarakat yang ingin memperbaiki lingkungan, terutama lingkungan pesisir, kami dukung. Kami juga memberikan pengetahuan mengenai teknis penanaman mangrove agar tingkat keberhasilannya dapat diharapkan,” ujarnya.
Menurut Irawan, penanaman mangrove di Kota Pekalongan menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya penurunan muka tanah, genangan rob, dan kondisi substrat yang tidak selalu mendukung.
Karena itu, lokasi dan jenis mangrove harus disesuaikan dengan kondisi lapangan. Dalam penanaman kali ini digunakan jenis Rhizophora apiculata dengan tinggi bibit sekitar 30 sentimeter.
“Kalau daun mangrove tidak tenggelam penuh selama 24 jam, masih bisa hidup. Karena itu, ketinggian penanaman harus menyesuaikan bibit dan kondisi pasang surut,” jelasnya.
Irawan menambahkan, penanaman di lokasi dengan genangan cukup tinggi membutuhkan metode khusus, di antaranya menggunakan rumpun berjarak, bumbung bambu, atau kantong sak yang membutuhkan biaya lebih besar.
Ia juga membuka kesempatan bagi masyarakat, kelompok, sekolah, dan komunitas yang ingin melakukan rehabilitasi mangrove untuk mengajukan kebutuhan bibit melalui Cabang Dinas Kehutanan. Pengajuan program 2026 masih dapat dilakukan hingga sekitar November, dengan menyesuaikan ketersediaan dan usia bibit.
Ketua Kelompok Kerja Perubahan Iklim (Pokja PI) Kandang Panjang, Budi Keanu, mengatakan penanaman mangrove dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat untuk memperbaiki kondisi lingkungan pesisir.
“Intinya semaksimal mungkin kami berusaha memperbaiki ekosistem. Ini merupakan kesadaran dan kebutuhan masyarakat terkait masalah lingkungan dan perubahan iklim,” ungkapnya.
Budi mengatakan kawasan Kandang Panjang yang sebelumnya merupakan lahan pertanian produktif kini terdampak rob dan banjir. Kondisi tersebut turut memengaruhi kehidupan dan pendapatan masyarakat.
Penanaman mangrove akan dilanjutkan secara bertahap. Pihaknya telah berkomunikasi dengan Cabang Dinas Kehutanan untuk memperoleh tambahan bibit pada November mendatang.
“Kemarin rencananya sekitar 600 bibit, tetapi yang kami dapat 400. Kami sudah komunikasi dan mudah-mudahan November nanti bisa mendapat tambahan sehingga penanaman dapat dilanjutkan sampai ke ujung kawasan,” tutupnya.
(Hms.Jtg)









