Bogor – KanalSatu.id, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama mengajak umat Islam memanfaatkan momentum Rashdul Kiblat untuk memverifikasi arah kiblat di rumah masing-masing. Momentum matahari berada tepat di atas Ka’bah ini bisa dimanfaatkan untuk kalibrasi mandiri yang praktis, presisi, dan sepenuhnya tanpa biaya bagi masyarakat luas.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa sasaran utama gerakan edukasi ini adalah rumah-rumah penduduk yang arah kiblatnya sering kali hanya ditentukan berdasarkan perkiraan atau arah bangunan tanpa verifikasi ilmiah.
“Berpuluh-puluh tahun istiwa a’zam ini terjadi, tetapi kita belum mengambil manfaatnya secara maksimal. Tahun ini kita ingin mendemokratisasikan metode yang paling mudah, paling murah, bahkan nyaris tanpa biaya agar bisa dimanfaatkan masyarakat luas,” ujar Abu Rokhmad dalam pembukaan International Seminar on Islamic Astronomy and Rashdul Qibla On The Spot di Ciawi, Bogor, Rabu (15/7/2026).
Gerakan Nasional Rashdul Kiblat ini pun disambut antusias dengan keikutsertaan ratusan ribu pendaftar yang ingin mempraktikkan langsung metode ini.
Senada dengan hal itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa metode ini sangat sederhana karena masyarakat cukup menggunakan media alamiah berupa bayangan benda tegak lurus di bawah sinar matahari.
“Sekarang tidak ada lagi alasan menentukan arah kiblat hanya dengan perkiraan. Allah telah menghadirkan matahari sebagai media yang dapat dimanfaatkan semua orang untuk memperbaiki arah kiblatnya,” ungkap Arsad.
Melalui sinergi sains dan fikih dalam seminar internasional yang dihadiri pakar dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura ini, Kemenag berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi keagamaan yang inklusif dan berbasis ilmu pengetahuan. Program ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Peaceful Muharam 1448 H bertema “Menebar Maslahat, Menguatkan Umat” demi memberikan kemaslahatan nyata bagi masyarakat.
(Kemenag)






