Beranda Advertorial Pesta Obor Digelar Sebagai Pembuka Tradisi Lamporan, Dewan Pati Bandang Harap Kearifan...

Pesta Obor Digelar Sebagai Pembuka Tradisi Lamporan, Dewan Pati Bandang Harap Kearifan Lokal Harus Dilestarikan

0
Pawai Obor Wiwitan yang menjadi pembuka seluruh agenda tradisi Lamporan digelar di Dukuh Sumber Desa Soneyan, Kecamatan margoyoso
Pawai Obor Wiwitan yang menjadi pembuka seluruh agenda tradisi Lamporan digelar di Dukuh Sumber Desa Soneyan, Kecamatan margoyoso

PATI – KanalSatu.id, – Warga Dukuh Sumber, Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati melaksanakan pawai obor wiwitan yang menjadi pembuka seluruh agenda tradisi Lamporan. Kegiatan yang digelar kemarin malam itu merupakan agenda tahunan warga setempat, dan dilaksanakan pada bula Suro.

Teguh Triwaloyo selaku Ketua Panitia Lamporan 2026, mengatakan, Pawai Obor Wiwitan merupakan acara pembuka dari seluruh rangkaian tradisi Lamporan di Dukuh Sumber, Desa Soneyan.

Teguh menjelaskan, tradisi Lamporan rutin dilaksanakan setiap tahun pada bulan Suro, tepatnya malam Jumat Wage, sekligus sebagai acara bersih desa.

“Tradisi Lamporan merupakan ritual yang dilaksanakan seluruh warga Desa Soneyan yang bertujuan untuk ruwatan ternak dan pembersihan hal-hal negatif atau yang sering disebut pagebluk,” bebernya.

Anggota DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menilai tradisi tersebut memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Kabupaten Pati. “Ini merupakan salah satu kearifan lokal yang harus dilestarikan, jangan sampai punah terkikis oleh era globalisasi,” ujarnya.

Dirinya mengaku sangat mengapresiasi pelaksanaan Tradisi Lamporan yang terus dijaga oleh masyarakat Dukuh Sumber. “Ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pelestarian budaya dan tradisi leluhur,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa budaya lokal merupakan aset yang sangat berharga bagi daerah. Selain memiliki nilai sejarah, tradisi seperti Lamporan juga mengandung pesan kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap warisan nenek moyang.

Bandang mengaku kagum karena masyarakat masih mampu mempertahankan tradisi tersebut di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola hidup masyarakat modern.

“Kita harus menjaga dan melestarikan kearifan lokal sebagai tradisi warisan leluhur yang menjadi identitas masyarakat Pati. Jangan sampai budaya yang baik ini hilang karena kurangnya perhatian generasi penerus,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bandang berharap kegiatan budaya seperti Lamporan dapat menjadi daya tarik tersendiri dalam memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Pati kepada masyarakat yang lebih luas. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here