KanalSatu.id – PATI, – Nasib petani sering terombang ambingkan oleh cuaca dan kondisi alam. Seperti saat ini, musim kemarau yang sudah berjalan beberapa bulan, dampaknya sudah mulai dirasakan oleh sebagian petani, khususnya di Pati selatan.
Krisis air di Pati selatan menjadi persoalan serius bagi petani. Tidak adanya ketersediaan air yang cukup bisa mengancam tanaman milik petani menjadi mati. Pati selatan menjadi wilayah yang dilematis. Saat musim penghujan terancam bencana banjir, sementara jika musim kemarau terancm kekeringan.
Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Sukarno. Ia pun berharap kemarau tahun ini tak menjadikan petani lebih sengsara nasibnya. “Semoga kemarau tahun ini tidak menambah parahnya nasib petani,” ujarnya.
Musim kemarau yang berkepanjangan, lanjut Sukarno, akan mengakibatkan musim tanam para petani menjadi mundur. “Itu artinya, akan berpengaruh terhadap produktivitas petani dalam menghasilkan padi,” tegasnya.
Dijelaskan, dampak dari el nino menyebabkan musim penghujan relatif kering. Sehingga menyebabkan musim penghujan singkat. Dampak dari kekeringan di musim tanam kedua menyebabkan gagal panen.
Lagislator Pati yang duduk di komisi B tersebut berharap, musim kemarau tahun ini tidak separah tahun lalu. Sehingga petani-petani di kabupaten Pati, khususnya di Pati selatan, nasibnya tidak semakin parah. (Adv)










