KanalSatu.id – PATI, – Masuknya budaya asing akibat arus globalisasi yang begitu cepat saat ini membuat banyak pihak khawatir terhadap kelestarian budaya daerah. Salah satu program pemerintah dalam mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda adalah dengan mengadakan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah atau GSMS.
Program inipun didukung penuh oleh anggota Komisi D DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Pati, Muntamah. ia mengatakan, GSMS menjadi langkah strategis dalam menghidupkan kesenian budaya di lingkungan sekolah. Pasalnya, di sekolah juga terdapat materi pelajaran yang berkaitan dengan kesenian. Sehingga dengan adanya GSMS tersebut menjadi satu langkah untuk menjaga kesenian tradisional.
“Didalam materi pembelajaran itu kan ada mata pelajaran kesenian, mungkin bisa menjadi media ajar. Sebagai seniman menjadi media ajar,” harapnya.
Muntamah menyebut, di era sekarang sangat perlu memperkenalkan kesenian kepada peserta didik. Karena, peserta didik merupakan penerus bangsa yang harus dikenalkan dengan kebudayaan seni di Indonesia.
Ketua dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengharapkan dengan adanya GSMS para peserta didik dapat teredukasi sehingga tergugah keingintahuannya.
“Juga memberikan edukasi kepada anak-anak pengenalan seni budaya daerah khususnya budaya lokal supaya tidak punah,” paparnya.
Ditambahkan padatahun 2024 ini, GSMS akan dilaksanakan dengan menggandeng 23 sekolah yang dibiayai dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Sedangkan untuk 10 sekolah akan dibiayai oleh anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Total yang terlibat yakni 33 sekolah terdiri dari SD dan SMP.
Para seniman tersebut akan masuk sekolah dengan gerakan satu sekolah satu seniman. Kesenian yang akan masuk ke sekolah ada beberapa genre yaitu seni lukis, seni pentas, seni kriya, seni ketoprak dan lainnya. Sejauh ini proses para senimannya masih dalam proses perekrutan. (Adv)










