Beranda Daerah Napak Tilas Perjuangan Mbah Hasyim Mahfudh: Meneladani Pahlawan Santri Pati Menuju Indonesia...

Napak Tilas Perjuangan Mbah Hasyim Mahfudh: Meneladani Pahlawan Santri Pati Menuju Indonesia Emas

0

PATI – KanalSatu.id, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menggelar pawai napak tilas untuk mengenang perjuangan tokoh santri Mbah Hasyim Mahfudh pada Rabu (21/10/2026) siang. Rangkaian kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari jajaran pengurus PCNU, lembaga, badan otonom (banom) NU, serta para santri dari berbagai pesantren dan madrasah ini melintasi rute dari Gedung MWCNU Sukolilo hingga berakhir di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharma Pati.

Setelah menyelesaikan pawai dan apel, para peserta melanjutkan agenda ziarah ke makam Mbah Hasyim Mahfudh di TMP Giri Dharma untuk memanjatkan doa serta melangsungkan prosesi tabur bunga. Langkah ini dilakukan untuk menghormati jasa santri asal Pati tersebut yang gugur sebagai syuhada saat mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ketua PCNU Pati, KH Yusuf Hasyim, menjelaskan bahwa napak tilas ini menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Santri 2026 yang diselenggarakan secara bertahap di seluruh wilayah kabupaten.

“Puncaknya besok, kita akan menyelenggarakan upacara peringatan Hari Santri secara masif di seluruh MWC kecamatan, madrasah, hingga pesantren,” ujar KH Yusuf Hasyim.

Ia pun mengajak seluruh generasi muda untuk menjadikan keteladanan pahlawan lokal sebagai pemicu semangat dalam memberikan karya nyata bagi bangsa.

“Beliau adalah pahlawan santri kita di Kabupaten Pati. Kami berharap para santri dapat meneladani semangat beliau bahwa sejak usia muda kita sudah harus berkontribusi untuk NKRI. Kontribusi saat ini tidak lagi harus dengan perang fisik, melainkan melalui aksi nyata,” lanjutnya.

Mbah Hasyim Mahfudh atau Gus Hasyim sendiri merupakan sosok pejuang muda kelahiran Desa Kajen, Margoyoso, tahun 1929. Beliau merupakan kakak kandung dari Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh. Saat Resolusi Jihad dikumandangkan pada 1945, Gus Hasyim memimpin rekan-rekannya bergabung dalam Laskar Hizbullah untuk melawan agresi militer Belanda. Perjuangan gigihnya terhenti pada penghujung tahun 1949 di sebuah surau di Sukolilo, saat pasukan Belanda mengepung dan memberondongnya usai mengimami salat Asar. Beliau gugur sebagai syahid pada usia 20 tahun dan jasadnya kini disemayamkan di TMP Giri Dharma Pati.

Turut hadir dalam acara tersebut, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan apresiasinya atas inisiatif PCNU Pati dalam merawat ingatan sejarah perjuangan pahlawan daerah.

“Hal itu sudah dibuktikan oleh Gus Hasyim Mahfudh yang sejarah perjuangannya terus kita kenang hingga hari ini. Melalui momentum napak tilas dan ziarah ini, mari jadikan awal bagi para santri di Pati untuk terus meningkatkan ilmu dan dakwah,” tutur Chandra.

Chandra menekankan bahwa semangat peringatan Hari Santri harus diterjemahkan ke dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia demi menyongsong masa depan daerah yang lebih maju.

“Kita semua punya tujuan yang sama menuju Indonesia Emas, dan santri Kabupaten Pati harus menjadi tolak ukur kemajuan di masa mendatang. Lewat kegiatan ini, kita ingin mengabarkan bahwa santri Pati itu hebat dan luar biasa,” tegasnya. (RED)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here