PATI – KanalSatu.id, – Penerimaan siswa baru di Kabupaten Pati telah berlangsung, sebagaimana diatur melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Tak beda dengan tahun sebelumnya, SPMB dilaksanakan melalui jalur seleksi yang mencakup domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.
Terkait dengan momentum penerimaan siswa baru ini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pati, Bambang Susilo berharap agar SPMB dapat berlangsung dengan baik, transparan, dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat.
Menurutnya, momentum ini merupakan salah satu tahapan penting dalam dunia pendidikan yang menentukan akses anak-anak terhadap layanan pendidikan. Karena itu, pelaksanaannya harus mengedepankan prinsip keterbukaan dan objektivitas.
“Saya berharap seluruh proses penerimaan peserta didik berjalan transparan, objektif, dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak-anak Kabupaten Pati. Jangan sampai ada pihak yang merasa dirugikan atau tidak mendapatkan akses yang semestinya,” kata Bambang.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda. Oleh sebab itu, setiap anak harus memperoleh kesempatan yang setara untuk melanjutkan pendidikan sesuai dengan jenjang yang dituju.
Menurutnya, keberhasilan sistem pendidikan tidak hanya diukur dari kualitas pembelajaran, tetapi juga dari sejauh mana akses pendidikan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.
“Keadilan dalam memperoleh pendidikan harus menjadi perhatian bersama. Semua anak memiliki hak yang sama untuk belajar dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya,” ujarnya.
Selain itu, Bambang juga meminta seluruh sekolah untuk menjalankan proses penerimaan peserta didik baru sesuai regulasi yang berlaku. Dengan demikian, seluruh tahapan dapat berjalan tertib dan memberikan kepastian bagi masyarakat.
Ia mengajak orang tua dan wali murid untuk aktif mencari informasi dari sumber resmi agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Yang terpenting adalah menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem yang telah disiapkan. Dengan pelaksanaan yang transparan dan objektif, proses penerimaan siswa baru dapat berjalan lancar dan kondusif,” tuturnya. (Adv)










