Beranda Advertorial Nilai Tambah Rendah, DPRD Pati Minta Hasil Tangkapan Ikan Diolah di Daerah

Nilai Tambah Rendah, DPRD Pati Minta Hasil Tangkapan Ikan Diolah di Daerah

0
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Yeti Kristianti.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Yeti Kristianti.

PATI – KanalSatu.id, Pengelolaan hasil perikanan di Kabupaten Pati menjadi perhatian DPRD Kabupaten Pati. Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Yeti Kristianti, menilai perlunya pengembangan industri pengolahan ikan di daerah guna meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan.

Menurutnya, selama ini sebagian besar hasil tangkapan nelayan langsung dijual ke luar daerah tanpa melalui proses pengolahan. Kondisi tersebut menyebabkan nilai jual produk perikanan menjadi rendah.

“Hasil tangkapan masih dijual dalam bentuk mentah, sehingga nilai ekonominya belum maksimal,” katanya.

Untuk itu, ia mendorong Pemkab Pati agar dapat menarik investor untuk membangun industri pengolahan ikan di wilayah tersebut. Dengan adanya investasi, hasil tangkapan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.

“Kalau ada investor masuk, maka ekonomi akan berkelanjutan dan bisa diolah di daerah sendiri,” ujarnya.

Selain meningkatkan nilai jual, keberadaan industri pengolahan juga dinilai mampu menyerap tenaga kerja lokal. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Kader Partai Gerindra ini juga menambahkan bahwa pengolahan ikan di daerah dapat membantu menjaga stabilitas harga di tingkat nelayan.

“Ini bisa membantu menaikkan harga hasil tangkapan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan,” jelasnya.

Di sisi lain, (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyebutkan bahwa potensi perikanan di Kabupaten Pati sangat besar.

“Kita memiliki sekitar 1.600 kapal, ini potensi yang luar biasa,” ungkapnya.

Dengan potensi tersebut, DPRD Kabupaten Pati berharap sektor perikanan dapat menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah melalui pengembangan industri pengolahan. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here