KOTA BANDUNG – KanalSatu.id, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana membuka program pelatihan kerja Batch Dua dengan 139 paket pelatihan bagi 2.780 warga untuk meningkatkan keterampilan kerja dan peluang usaha (20/4/2026).
Program pelatihan ini berasal dari aspirasi masyarakat melalui reses Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung yang kemudian diwujudkan pemerintah daerah melalui Dinas Ketenagakerjaan.
Pelatihan berlangsung selama sepuluh hari dalam format short course yang menekankan keterampilan praktis agar peserta siap bekerja atau membuka usaha.
Sebanyak 14 bidang keahlian disiapkan mulai dari kuliner seperti barista dan pastry, fesyen dan kriya seperti menjahit dan membatik, hingga sektor jasa kecantikan, teknologi, serta ekonomi kreatif seperti digital marketing dan desain grafis.
Pelatihan digelar di berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang tersebar di Kota Bandung dengan melibatkan instruktur profesional.
Peserta mendapatkan fasilitas makan dan minum selama pelatihan, seminar kit, bahan praktik, serta uang transport Rp50 ribu per hari.
Setiap peserta juga memperoleh sertifikat resmi dari Dinas Ketenagakerjaan sebagai bukti kompetensi setelah menyelesaikan pelatihan.
“Pelatihan ini adalah bukti nyata kolaborasi luar biasa antara legislatif dan eksekutif. Kita bergerak bersama menjawab aspirasi masyarakat untuk menciptakan perubahan yang dirasakan langsung,” ujar Yayan Ahmad Brilyana.
Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan teori, tetapi langsung praktik hingga siap kerja atau membuka usaha sendiri,” ujar Yayan.
Anggota Komisi Empat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung Agung Firmansyah mengatakan pelatihan tersebut menjawab kebutuhan warga akan peluang kerja dan keterampilan.
“Pelatihan ini berangkat dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan peluang kerja. Harapannya, setelah memiliki skill dan pengetahuan mereka bisa mandiri bahkan membuka lapangan kerja baru,” ujar Agung.
Agung menilai peserta pelatihan berpotensi menciptakan efek berantai jika membuka usaha baru dan melibatkan masyarakat di sekitarnya.
“Kalau mereka membuka usaha seperti coffee shop atau usaha lainnya, mereka bisa mengajak rekan-rekannya. Ini efek domino yang kita harapkan,” ujar Agung.
Editor: Bayu
(Humas Jabar)










