Beranda Advertorial Pengisian Solar Tidak Wajar di SPBU Sragen, Dugaan Indikasi Praktik “Ngangsu” Kembali...

Pengisian Solar Tidak Wajar di SPBU Sragen, Dugaan Indikasi Praktik “Ngangsu” Kembali Muncul!

0
Foto: Dugaan pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar secara tidak wajar oleh kendaraan mobil panter.

SRAGEN – KanalSatu.id – Dugaan praktik pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar secara tidak wajar kembali mencuat di wilayah Sragen. Peristiwa ini terpantau terjadi di SPBU Tombo Ati dengan kode 44.572.20, melibatkan sebuah kendaraan jenis Panther berwarna hijau dengan nomor polisi D 1770 KD.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, kendaraan tersebut terlihat melakukan pengisian BBM dalam durasi yang relatif lebih lama dibandingkan kendaraan pada umumnya. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya modifikasi pada sistem tangki atau penampungan bahan bakar, yang memungkinkan pengisian dalam jumlah lebih besar dari kapasitas standar.

Sejumlah warga di sekitar lokasi menyebut aktivitas serupa bukan kali pertama terjadi. Kendaraan dengan ciri tertentu disebut kerap terlihat berada di area sekitar SPBU sebelum melakukan pengisian, sehingga menimbulkan dugaan adanya pola aktivitas yang berulang.

Namun, informasi tersebut masih bersifat keterangan awal dan memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Praktik yang di tengah masyarakat kerap disebut sebagai “ngangsu” BBM bersubsidi ini dinilai berpotensi mengganggu distribusi energi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak. Meski demikian, hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi terkait adanya pelanggaran dalam peristiwa tersebut.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada pihak SPBU berinisial A melalui sambungan telepon. Namun hingga laporan ini disusun, yang bersangkutan belum memberikan respons.

Distribusi BBM bersubsidi berada dalam pengawasan Pertamina bersama instansi terkait. Dalam konteks ini, penguatan pengawasan di lapangan dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai ketentuan.

Sejumlah pihak berharap Pertamina bersama aparat berwenang dapat melakukan penelusuran menyeluruh terhadap dugaan yang muncul, termasuk menindaklanjuti apabila ditemukan indikasi praktik penyimpangan yang kerap disebut masyarakat sebagai bagian dari jaringan distribusi ilegal BBM.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pengelola SPBU maupun pihak berwenang terkait hasil penelusuran di lokasi.Selasa 14/4/26 (tim/Hs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here