KanalSatu.id – PATI, – Hingga hari ini masih banyaknya jumlah guru wiyata bhakti yang ada di Kabupaten Pati. Bahkan di atara mereka sudah mengabdi selama puluhan tahun belum mendapatkan gaji yang layak.
Hal ini juga disadari oleh Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Muntamah. Oleh karenanya, dirinya pun berharap supaya guru wiyata yang mengabdi lebih dari 3 tahun mendapat prioritas utama dalam penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024 ini.
“Semoga saat saat verifikasi yang diprioritaskan yang mengabdi lama. Yang kurang dari tiga tahun tidak usah, saya mendorong seperti itu,” harapnya.
Muntamah mengaku, pihaknya sempat mendapat aduan dari para guru wiyata untuk diprioritaskan dalam penerimaan PPPK. Jangan sampai, mereka yang sudah mengabdi lama terkalahkan oleh guru wiyata yang baru mengabdi beberapa tahun. “Ada sebuah kekhawatiran yang pengabdiannya dikalahkan yang baru. Mereka (guru wiyata) berharap adanya observasi, supaya ada keterpihkan untuk diprioritaskan,” jelas dia.
Dikatakan, jumlah Guru Tidak Tetap (GTT) di Kabupaten Pati yang telah masuk di Dapodik sebanyak 698 orang. Jumlah itu belum ditambah guru wiyata yang masuk Dapodik.
Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kabupaten Pati Moh Saiful Ikmal mengatakan bahwa guru honorer tidak diangkat menjadi PPPK karena membludaknya pelamar pada formasi yang sama. Walaupun guru honorer lolos passing grade, tapi tak bisa bisa serta merta masuk.
Berdasarkan rekap akhir yang dilakukan oleh BKPP Kabupaten Pati, ada 1.110 pelamar pada seleksi PPPK tahun 2023. Sedangkan kebutuhan hanya sebanyak 500 formasi. “Terkait passing grade tahun kemarin, kami sampaikan untuk formasi guru kan ada 500. Karena satu formasi ada pelamar 4 dan semua lolos passing grade, maka yang diambil juga satu,” tutupnya. (Adv)










