KanalSatu.id – PATI, – Untuk menghadapi kenaikan harga sembako di pasaran, Pemkab Pati yang melibatkan Dinas Perdagangan dan Perindusterian bersama Bulog menggelar operasi pasar atau pasar murah di sejumlah tempat. Bukan hanya itu, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pati juga mengadakan kegiatan Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan di 13 kecamatan.
Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Narso mengaku sangat mendukung dengan kegiatan-kegiatan tersebut. Narso berharap, sejumlah kegiatan yang sudah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Pati itu dapat menstabilisasi harga kebutuhan pangan atau sembilan bahan pokok (sembako) di pasaran.
“Kita berharap, semoga operasi pasar atau pasar murah serta gerakan pangan murah yang digagas Disketapang dapat menekan harga sembako di pasaran, sehingga harga dapat stabil sampai menjelang idul fitri mendatang,” ujar Narso.
Menurutnya, hal tersebut merupakan langkah tepat untuk mengantisipasi terjadi inflasi, mengingat kenaikan harga sembako sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. “Selain melakukan pasar murah dan gerakan pangan murah, kami juga mendorong Pemkab untuk rutin melakukan pemantauan terhadap harga sembako di pasaran. Jangan sampai ada pihak-pihak yang bermain-main dengan harga sembako di pasaran,” imbuh Narso.
Pemerintah daerah bersama dengan pihak-pihak terkait juga harus memantau suplai-suplai lokal bahan pokok. Karen, harga kebutuhan mengalami kenaikan biasanya dilatarbelakangi oleh suplai yang terhambat. ”Suplai lokal juga harus diperhatikan. Sebab, biasanya harga kebutuhan mengalami kenaikan karena dilatarbelakangi oleh suplai yang terhambat,” ungkapnya.
Jika suplai terlambat dikarenakan kosongnya bahan baku, maka sesuai dengan hukum pasar, harga pasti akan naik. “Oleh karena itu, pasar murah perlu dilakukan sebagai salah satu penanganan naiknya sejumlah kebutuhan pokok masyarakat. Juga melancarkan suplai barang agar tidak terjadi problematika di masyarakat. Hal ini harus benar-benar diperhatikan pemerintah,” tutup Narso. (Adv)










