Beranda Daerah Pria Berhoodie Merah Terekam CCTV Curi Pakaian Dalam Warga Jembangan Batangan, Pelaku...

Pria Berhoodie Merah Terekam CCTV Curi Pakaian Dalam Warga Jembangan Batangan, Pelaku Diduga Beraksi Dua Kali

0

PATI – KanalSatu.id, Aksi pencurian pakaian dalam perempuan terjadi di Desa Jembangan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Pelaku yang terekam kamera pengawas (CCTV) diduga dua kali beraksi di lokasi yang sama pada Oktober 2026.

Dalam rekaman CCTV yang beredar, seorang pria berhoodie merah terlihat mengambil sejumlah pakaian dalam milik warga. Informasi yang beredar menyebut sekitar 20 potong bra dan celana dalam hilang. Pencurian diduga terjadi pada 1 Oktober dan berulang pada 12 Oktober 2026, dengan sosok pria yang diduga sama dalam kedua rekaman.

Kapolsek Batangan, AKP M. Setiawan, mengatakan hingga Kamis (15/10/2026) pihaknya belum menerima laporan resmi dari korban. Meski begitu, polisi telah melakukan deteksi awal dan berkoordinasi dengan pemerintah desa. “Belum ada laporan polisi, dan intel baru melakukan deteksi,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon. Polisi juga sudah mendatangi lokasi bersama perangkat desa untuk memantau situasi dan menggali informasi. Dari penelusuran awal, pria tersebut disebut bukan warga setempat, namun identitas dan keberadaannya belum diketahui.

Kepala Desa Jembangan, Padang Jumadi, membenarkan adanya informasi pencurian itu. Menurutnya, korban memasang CCTV di depan rumah sehingga aksi pelaku terekam. Kabar tersebut sudah menjadi perbincangan warga, tetapi korban belum melapor ke pemerintah desa. “Pihak korban tidak ada laporan ke desa. Informasinya, sekitar sebulan lalu korban bercerita ada orang yang mengambil pakaian dalam, diduga sopir truk,” katanya.

Jumadi menjelaskan, Jembangan berada di sekitar jalur Pantura yang kerap dilalui kendaraan besar, dan sejumlah sopir truk terkadang beristirahat di bahu jalan, termasuk di sekitar gapura desa. Namun, dugaan bahwa pelaku adalah sopir truk belum dapat dipastikan, dan identitas maupun motifnya masih memerlukan penyelidikan. Pemerintah desa siap berkoordinasi dengan kepolisian jika korban hendak melapor, karena laporan resmi diharapkan membantu pengungkapan kasus. (RED)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here