Beranda Advertorial Komisi C Pati Minta Dua Alat Berat DPUTR Segera Turun ke Sungai

Komisi C Pati Minta Dua Alat Berat DPUTR Segera Turun ke Sungai

0
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto

PATI – KanalSatu.id, Komisi C DPRD Kabupaten Pati meminta dua alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) segera dimanfaatkan untuk menangani sungai dan saluran air yang mengalami pendangkalan maupun penumpukan material.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, mengatakan pengadaan dua ekskavator tersebut menjadi langkah penting untuk membantu kegiatan normalisasi yang selama ini membutuhkan dukungan peralatan.

Semula pemerintah daerah menargetkan pengadaan tiga unit alat berat. Namun, rencana tersebut disesuaikan menjadi dua unit akibat efisiensi anggaran. Joni menilai keterbatasan jumlah tidak boleh membuat pemanfaatan alat berat berjalan lambat.

Dua ekskavator yang dibeli memiliki jenis berbeda, yakni unit berukuran kecil dan unit dengan jangkauan panjang. Keduanya diharapkan dapat digunakan untuk menjangkau lokasi-lokasi yang membutuhkan pengerukan dan pembersihan.

“Terkait ekskavator yang dibeli DPU ada dua jenis, ada yang kecil dan panjang. Barangnya baru jenis komatsu bagus, insyaallah nanti akan digunakan untuk pengerukan sungai-sungai yang mulai dangkal,” ungkap Joni.

Ia meminta DPUTR melalui bidang sumber daya air bersiap apabila ada permohonan bantuan dari masyarakat ataupun DPRD Kabupaten Pati. Menurutnya, alat berat tersebut harus dapat bergerak sesuai kebutuhan yang ditemukan di lapangan.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Sungai Silugonggo di Sukolilo. Normalisasi sungai tersebut dinilai perlu segera dilakukan. Selain itu, Sungai Bago di Margoyoso juga diminta mendapatkan penanganan karena terdapat tumpukan sampah dari aktivitas industri tepung tapioka.

Joni mengatakan sejumlah warga juga telah menyampaikan kebutuhan normalisasi. Permintaan tersebut antara lain berasal dari petani di Baturejo dan masyarakat Bulumanis Kidul.

“Kemarin kan ada permintaan dari petani Baturejo untuk normalisasi sungai. Terus kemudian ada dari Bulumanis Kidul. Jadi nanti akan kita awasi untuk segera kesana alat beratnya,” jelasnya.

Selain membantu normalisasi, keberadaan dua alat berat itu diharapkan dapat menjadi bagian dari kesiapsiagaan pemerintah ketika terjadi bencana banjir. Peralatan tersebut dapat digunakan untuk mendukung penanganan kondisi darurat, termasuk ketika tanggul sungai mengalami kerusakan atau jebol. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here