PATI – KanalSatu.id, DPRD Kabupaten Pati meminta Pemerintah Kabupaten Pati memperkuat peran pemerintah desa dan kecamatan dalam menyosialisasikan Program Sekolah Rakyat kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting agar informasi mengenai program pendidikan gratis tersebut benar-benar menjangkau keluarga yang menjadi sasaran utama, terutama menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
Permintaan itu disampaikan menyusul belum terpenuhinya kuota peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD). Berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos), hingga saat ini jumlah siswa yang mendaftar baru mencapai 32 orang dari total kuota 90 peserta yang telah disediakan.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menilai rendahnya jumlah pendaftar bukan semata karena minimnya minat masyarakat, tetapi juga dipengaruhi keterbatasan penyebaran informasi kepada kelompok yang menjadi sasaran program.
“Informasi mengenai Sekolah Rakyat harus benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat. Jangan hanya mengandalkan media sosial. Karena tidak semua keluarga memiliki akses terhadap platform digital,” ujar Teguh.
Menurutnya, masih banyak masyarakat kurang mampu yang belum memiliki akses internet atau media sosial sehingga informasi mengenai Program Sekolah Rakyat tidak mereka peroleh secara utuh. Karena itu, pemerintah daerah perlu memanfaatkan jaringan pemerintahan hingga tingkat desa sebagai saluran utama penyampaian informasi.
Ia menjelaskan bahwa kepala desa, camat, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat memiliki posisi strategis dalam menjangkau warga secara langsung. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah diharapkan mampu menemukan lebih banyak calon peserta didik yang memenuhi syarat untuk mengikuti Program Sekolah Rakyat.
Selain meningkatkan sosialisasi, DPRD Kabupaten Pati juga berharap proses pendataan dilakukan secara aktif agar keluarga yang benar-benar membutuhkan tidak terlewat. Dengan keterlibatan pemerintah desa, proses identifikasi calon peserta dinilai akan lebih efektif karena aparat desa memahami kondisi sosial masyarakat di wilayah masing-masing.
Teguh menambahkan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat kurang mampu agar memperoleh akses pendidikan yang layak. Oleh sebab itu, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh tersedianya fasilitas, tetapi juga oleh keberhasilan pemerintah menjangkau calon penerima manfaat.
DPRD Kabupaten Pati menyatakan akan terus mengawal pelaksanaan program tersebut bersama pemerintah daerah. Harapannya, seluruh kuota peserta didik, khususnya jenjang SD, dapat segera terpenuhi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai sehingga semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat. (Adv)






