Beranda Advertorial Komisi C DPRD Pati Ingatkan Desa Utamakan Jalan Hotmix dan Cor Beton

Komisi C DPRD Pati Ingatkan Desa Utamakan Jalan Hotmix dan Cor Beton

0
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto

PATI – KanalSatu.id, Pencairan Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Tengah untuk desa-desa di Kabupaten Pati mulai dilakukan pada akhir Mei 2026. Menyikapi hal itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, meminta pemerintah desa mengutamakan pembangunan infrastruktur yang berkualitas.

Menurut Joni, penggunaan dana Banprov sebaiknya diprioritaskan untuk pembangunan fisik yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Infrastruktur jalan desa dan talud menjadi sektor yang dinilai paling membutuhkan perhatian saat ini.

Ia menegaskan, pemerintah desa harus mengikuti kebijakan terbaru terkait pembangunan jalan. Dalam aturan tersebut, penggunaan aspal biasa atau yang dikenal masyarakat sebagai “aspal goreng” sudah tidak diperbolehkan lagi.

“Sekarang kebijakannya jalan desa tidak boleh lagi menggunakan aspal goreng. Harus menggunakan hotmix atau cor,” kata Joni usai mengikuti sosialisasi di Kantor DPUTR, Senin (18/5/2026).

Joni menjelaskan, perubahan kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas hasil pembangunan jalan desa agar lebih awet dan tahan lama. Menurut dia, penggunaan hotmix maupun cor beton dinilai lebih efektif dalam menunjang aktivitas masyarakat.

Ia mengatakan, banyak jalan desa sebelumnya mengalami kerusakan dalam waktu singkat akibat kualitas pembangunan yang kurang baik. Karena itu, pemerintah daerah kini mendorong penggunaan material yang lebih kuat agar anggaran pembangunan tidak terbuang sia-sia.

“Kalau kualitasnya bagus, masyarakat juga yang merasakan manfaatnya dalam jangka panjang,” ujarnya.

Diketahui, total Banprov yang akan diterima Kabupaten Pati mencapai Rp230 miliar dan akan disalurkan kepada sekitar 160 desa. Dana tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.

Joni mengingatkan agar pemerintah desa menggunakan anggaran secara tepat sasaran dan tidak mengabaikan kualitas proyek. Ia juga meminta pelaksanaan pembangunan dilakukan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Selain pembangunan jalan, proyek talud juga diminta menjadi perhatian. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mendukung sistem drainase dan mencegah kerusakan lingkungan, terutama saat musim hujan.

Menurutnya, pembangunan desa yang berkualitas akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Akses jalan yang baik dapat memperlancar distribusi hasil pertanian, mempercepat mobilitas warga, dan mendukung perkembangan usaha masyarakat desa.

Ia berharap seluruh pemerintah desa mampu memanfaatkan dana Banprov secara optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. DPRD Pati, lanjut dia, juga akan terus melakukan pengawasan agar pelaksanaan pembangunan berjalan transparan dan sesuai aturan.

“Yang penting pembangunan benar-benar berkualitas dan bermanfaat untuk masyarakat,” tegasnya. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here