PATI – KanalSatu.id, Kesabaran dan ketekunan akhirnya mengantarkan Siti Nafiah, seorang penjual tempe tradisional asal Dukuh Kedungpanjang, Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji tahun 2026.
Selama puluhan tahun, perempuan 58 tahun itu menjalani keseharian sebagai pembuat tempe rumahan. Di dapur sederhana miliknya, Siti bersama sang suami, Winoto, mengolah kedelai menjadi tempe yang kemudian dijual kepada para pelanggan di sekitar desanya.
Tak banyak yang menyangka, dari usaha kecil tersebut, Siti mampu mewujudkan impian besarnya untuk berangkat ke Mekkah. Kuncinya sederhana, yakni disiplin menabung sedikit demi sedikit setiap hari.
Ia mengaku sejak tahun 2012 mulai mendaftarkan diri untuk ibadah haji. Sejak saat itu, dirinya berusaha menyisihkan sebagian keuntungan dari hasil jualan tempe, meskipun nominalnya tidak besar.
“Kadang sehari hanya bisa menabung Rp10 ribu. Kalau dalam seminggu kondisi sedang baik, bisa sampai Rp100 ribu,” ujar Siti, Sabtu (25/4/2026).
Bagi sebagian orang, jumlah tersebut mungkin terlihat kecil. Namun bagi Siti, kebiasaan sederhana itu menjadi jalan panjang yang akhirnya membawanya memenuhi panggilan Allah SWT.
Perjalanan menabung tentu tidak selalu mudah. Kebutuhan rumah tangga, biaya hidup, hingga modal usaha kerap menjadi tantangan tersendiri. Bahkan tak jarang ia harus menunda menabung karena kebutuhan mendesak.
“Kalau ada kebutuhan lain ya kadang tidak bisa nabung, tapi tetap saya usahakan sedikit-sedikit,” tuturnya.
Dari usaha tempe yang menghasilkan sekitar Rp150 ribu per hari, Siti dan suaminya memproduksi sekitar 8 kilogram tempe setiap hari. Dalam sepekan, mereka menghabiskan modal sekitar Rp500 ribu untuk membeli 50 kilogram kedelai sebagai bahan utama produksi.
Selain berhasil mengumpulkan biaya haji, hasil usaha tersebut juga mampu menghidupi keluarganya dan membesarkan tiga anak hingga lulus kuliah. Kini, anak-anaknya telah bekerja di luar kota.
Siti dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 7 Mei 2026 bersama sang suami. Ia mengaku sangat bersyukur dan tak pernah menyangka hasil dari berjualan tempe bisa membawanya menunaikan rukun Islam kelima.
“Senang sekali, benar-benar tidak menyangka bisa berangkat haji dari hasil jualan tempe. Alhamdulillah berangkat bersama suami tanggal 7 Mei nanti,” pungkasnya. (Red)










