PATI – KanalSatu.id, – Upaya peningkatan produktivitas sektor pertanian singkong di Kabupaten Pati kembali menjadi sorotan. Selama ini, petani singkong sering mengalami kerugian, akibat musim panen yang relative sangat lama, yaitu hampir setahun. Selain itu, kondisi harga yang tidak stabil juga menjadi salah satu factor penyebabnya.
Terkait hal tersebut, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Sadikin, ST, SH, MH, menilai bahwa sektor pertanian singkong masih belum dikelola secara optimal, terutama dalam hal penggunaan varietas tanaman. Menurutnya, saat ini, sebagian besar petani singkong di Kabupaten Pati masih menggunakan varietas daplang dengan masa panen mencapai 11 bulan.
Kondisi ini dinilai tidak efisien dalam perspektif ekonomi pertanian modern, yang menuntut percepatan siklus produksi. Oleh karena itu, Sadikin menegaskan perlunya intervensi pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Pati untuk menghadirkan varietas unggul yang mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.
Ia menyebut, inovasi varietas dengan masa panen lebih singkat hingga dua kali dalam setahun merupakan kebutuhan mendesak. “Ini bukan hanya soal pertanian, tetapi juga soal kesejahteraan petani. Jika produktivitas meningkat, maka pendapatan petani juga akan ikut meningkat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong adanya program penelitian dan pengembangan bibit unggul yang dapat disesuaikan dengan kondisi lahan di Kabupaten Pati. Dengan demikian, kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan.
“Saya berharap, langkah konkret dari pemerintah daerah ini dapat segera direalisasikan, sehingga petani singkong di Kabupaten Pati tidak terus berada dalam kondisi stagnan, melainkan mampu bertransformasi menuju pertanian yang lebih produktif dan modern,” pungkasnya. (Adv)










