KanalSatu.id – PATI, – Tradisi Meron merupakan acara yang diselenggarakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilestarikan secara turun temurun di Desa Sukolilo, Pati selatan.
Meskipun digelar secara sederhana, Meron tetap sarat akan makna dan simbolisme. “Inti dari perayaan ini adalah sebagai simbul ketaatan dan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi akhir zaman yang benyak memberikan teladan kepada kita,” ujar Hardi, DPRD Kabupaten Pati.
Wakil rakyat dari Pati selatan ini menjelaskan, salah satu ciri khas Meron adalah adanya gunungan, yaitu tumpeng raksasa yang terbuat dari berbagai jenis makanan tradisional. “Gunungan ini melambangkan kemakmuran dan keberkahan yang diharapkan akan senantiasa menyertai masyarakat Sukolilo, dan masyarakat Kabupaten Pati secara umum,” beber Hardi.
Hardi juga berharap, kegiatan-kegiatan atau acara yang dilaksanakan dalam tradisi Meron dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat, serta mempererat tali silaturahmi antar warga, sehingga mampu meningkatkan kondusifitas masyarakat.
“Kami juga berharap agar acara Meron di Sukolilo menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk lebih mencintai dan melestarikan budaya lokal. “Bukan hanya sekadar acara hiburan, tetapi juga dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk belajar tentang kekayaan budaya lokal sehingga generasi muda lebih aktif pada sesuatu yang lebih positif,” harap Hardi.
Lebih lanjut, Kader Partai Gerindra ini menjelaskan, bahwa Meron juga mengajarkan tentang nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, dan ketaatan kepada Allah SWT. “Yang terpenting, tradisi Meron di Desa Sukolilo dapat menginspirasi para generasi muda untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat dan bermanfaat bagi kehidupan,” pungkasnya. (Adv)










