KanalSatu.id – PATI, – Sejumlah wilayah di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Pati, setiap tahun dipastikan mengalami masalah kekeringan. Persoalan yang dihadapi warga saat ini menjadi sangat serius, karena kekeringan ini mengakibatkan warga mengalami krisi air bersih. Selain pertanian yang terancam gagal tanam, warga juga kesulitan memperoleh air bersiah.
Terkait dengan kondisi ini, Hj. Maesaroh, Anggota DPRD Kabupaten Pati berharap, pemerintah segera memberikan solusi untuk penanganan persolan tersebut.
“Pada musim kemarau, masyarakat kekeringan dan kekurangan air, sampai-sampai kebutuhan air dibantu oleh masyarakat luar. Di sisi lain, pada saat musim hujan seperti ini, di sana justru sering dilanda banjir,” beber Maesaroh.
Maesaroh berharap, problematika yang dialami masyarakat, khususnya di Dapil IV agar segera dipikirkan pemerintah. “Termasuk masalah irigasi pertanian, agar para petani tidak mengalami problem masalah kelebihan dan kekurangan air,” harap Maesaroh.
Sebagaimana diketahui, krisis air bersih imbas dari musim kemarau panjang yang saat ini terjadi di Kabupaten Pati mengaibatkan sebanyak 61 desa dari 9 kecamatan mengalami krisis air bersih. Sebagian dari jumlah tersebut, berada di Dapil IV.
Sebagaimana data terbaru dari Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Kecamatan Winong adalah yang paling banyak terdampak dengan 13 desa. Kemudian disusul Kecamatan Jaken dengan 12 desa, Pucakwangi 10 desa, Jakenan 9 desa, Tambakromo 7 desa, Gabus dan Kayen 5 desa, Batangan 4 desa, dan Sukolilo 1 desa.
Menurut Maesaroh, pemerintah diminta untuk mempercepat pembangunan infrastruktur irigasi dan sumur bor, agar akses terhadap air bersih dapat terjamin. Di samping itu, Hj. Maesaroh berharap agar ada program edukasi bagi masyarakat tentang pengelolaan air dan pertanian yang ramah lingkungan. (Adv)










