KanalSatu.id – PATI, – Memasuki musim kemarau, warga Pati dihadapkan dengan kekeringan di beberapa wilayah. Upaya penyaluran air bersih terus dilakukan untuk wilayah yang terdampak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mencatat ada 10 desa yang saat ini mengalami kesulitan air bersih. Adalah Desa Maitan dan Tambahagung Kecamatan Tambakromo, Desa Tambahmulyo, Mantingan Tengah dan Tondokerto Kecamatan Jakenan, Desa Mojoluhur, Ronggo, dan Mantingan Kecamatan Jaken, serta di Kecamatan Pucakwangi yaitu Desa Triguno dan Tanjung Sekar.
BPBD juga mencatat bahwa telah didistribusikan lebih dari 100 tangki air bersih ke desa yang terdampak. Pihaknya berencana akan terus menambah pasokan air bersih untuk menanggulangi bencana kekeringan tersebut.
Terkait hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin menghimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan air sehari-hari, menghemat air bersih untuk berjaga musim kemarau akan lebih panjang dari sebelumnya.
“Kita kan kalau hujan kebanjiran, kalau kering kekeringan. Jadi masyarakat harus bersiap terutama yang ada di Pati Selatan,” imbaunya.
Ali juga mendorong pemerintah daerah agar segera memberikan solusi penanganan krisis air bersih untuk jangka panjang. Salah satunya dengan membuat sumur resapan di setiap desa yang terdampak kekeringan.
“Saya berharap Bapperida (Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah) bisa memasukkan program pembuatan sumur melalui pemerintah daerah. Termasuk juga Pengelolaan air bersih,” pungkas Ali.
Memang setiap kali krisis air bersih melanda, pemerintah maupun relawan memberikan bantuan air bersih, namun Ketua DPRD itu menganggap bantuan tersebut hanya penanganan sementara, dirinya berharap pemerintah daerah menyiapkan penanganan jangka panjang. (Adv)










