Beranda Advertorial Dewan Pati Ingatkan Pengawasan Orangtua Terhadap Game Online Bernuansa Kekerasan

Dewan Pati Ingatkan Pengawasan Orangtua Terhadap Game Online Bernuansa Kekerasan

0
Hj. Maesaroh, Anggota Komisi D DPRD Pati
Hj. Maesaroh, Anggota Komisi D DPRD Pati

KanalSatu.id – PATI, – Ketergantungan anak-anak terhadap game online mendapat perhatian dari anggota Komisi D DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Pati, Maesaroh. Ia berpendapat, terdapat efek negatif terhadap anak-anak jika mengkonsumsi game online secara berlebihan. Apalagi, game online tersebut bernuansa kekerasan yang dikhawatirkan dapat merusak moral generasi penerus bangsa.

Disamping itu, lanjut Maesaroh, soal efek domino dari game online yang berisi konten kekerasan membuat anak-anak yang memainkan menjadi stres. Bahkan, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berencana menghapus game online yang berisi konten kekerasan sebagai bentuk antisipasi dan melindungi generasi muda.

Dirinya pun mendukung langkah ini. Legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini sepakat jika pengguna HP yang berlebihan pada anak-anak khususnya untuk bermain game online tentu akan berdampak buruk terhadap kondisi psikologis anak.

Dirinya pun mengingat pentingnya peranan orang tua dalam mengawasi anak-anak terhadap penggunaan HP. Ia mengatakan penggunaan HP secara berlebihan pada anak-anak menimbulkan banyak sisi negatif. Disamping memang HP dapat membuat anak-anak menjadi tenang dengan tayangan menarik didalamnya.

“Ini memang diperlukan peran pendamping orang tua dalam mengawasi gadget pada anak, harus ada batasan,” himbauanya.

Wakil rakyat asal Jakenan ini berpendapat, dampak negatifnya adalah gangguan mental dan kesehatan mata. Apalagi, penggunaan secara berlebihan dapat menyebabkan kecanduan.

Jika ini tidak diperhatikan oleh orang tua, Maesaroh khawatir akan berdampak pada perkembangan pola pikir anak-anak. “Tentu saja penggunaan gadget berlebih dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan mata dan akan berpengaruh pada kesehatan mental si anak,” tandasnya.

Selain peranan orang tua, tak kalah penting adalah peran guru di lingkungan sekolah. Pengguna HP tentu tak bisa dihindarkan dalam dunia pendidikan modern seperti saat ini. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here