KanalSatu.id – PATI, – Di era digital ini, trend transaksi online sedang digandrungi oleh masyarakat. Jika dulu, jual beli harus mencari dan mendatangi tempat dimana barang tersebut dipasarkan. Namun untuk saat sekarang, jual beli cukup menggunakan fasilitas yang ada di HP. Barang yang dibutuhkan, bisa dipesan dan dikirim ke alamat pemesan melalui jasa pengiriman yang saat sekarang juga sedang menjamur.
Yang terjadi, sering terjadi penipuan online yang menimpa masyarakat, dengan berbagai macam modus dan peristiwa yang bervariasi dan beragam dalam mengelabui calon korbannya. “Ini memang sedang nge-trend, namun masyarakat perlu lebih berhati-hati agar tidak menjadi korban penipuan di media sosial atau medsos,” ujar Ir. H. Sukarno, Anggota DPRD Kabupaten Pati.
Menurutnya, sudah seringkali terjadi bentuk penipuan dengan modus-modus tertentu di medsos. Kecanggihan teknologi di era digital ini ikut menjadi penyebab terjadinya modus penipuan di Medsos. “Masyarakat harus lebih berhati-hati, karena teknologi makin canggih, modus penipuan juga makin canggih,” sambungnya.
Kader Partai Golongan Karya (Golkar) ini pun berpesan, agar masyarakat tetap waspada. “Jangan tergiur dengan harga yang murah dan discount tinggi yang ditawarkan. Namun kita harus lebih selektif agar tidak menjadi korban oknum yang tidak bertanggung jawab,” pesan Sukarno.
Lebih lanjut, wakil rakyat dari wilayah Kecamatan Wedarijaksa ini mengimbau, agar selalu waspada dengan berbagai bentuk penawaran yang ada di medsos. “Sekarang banyak produk yang ditawarkan, baik melalui SMS, pesan Whatsapp, dan lain sebagainya. Kuncinya, jangan memercayai kalimat-kalimat hiperbola, yang menjanjikan hal-hal yang indah dan manis. Salah satu ciri penipuan online, kalimatnya selalu hiperbola, menjanjikan hal yang indah agar calon korban tertarik,” pungkasnya. (Adv)










