KanalSatu.id – PATI, – Dunia pertanian saat sekarang sedang dilanda krisis generasi. Mayoritas kaum muda lebih memilih kerja di kantoran dari pada terjun ke dunia pertanian yang identik dengan sawah,dan kotor. Padahal, mestinya, kaum muda diharapkan dapat membawa dunia pertanian ke arah yang lebih maju dan berkembang sejalan dengan kemajuan perkembangan kecanggihan teknologi.
Salah satu faktor penyebab rendahnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian adalah sistem bertani yang masih dilakukan secara manual. Tentu saja ini berbeda dengan sistem pertanian yang ada di negara maju yang kebanyakan sudah menggunakan teknologi modern, sehingga tidak memerlukan banyak tenaga kerja.
Hal itu dikatakan oleh Narso, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati. Narso berharap, kaum muda bisa mulai menggeluti dunia pertanian. “Menurut saya, kaum muda ini sangat dinanti oleh dunia pertanian, agar dapat mengaplikasikan kecanggihan teknologi yang ada untuk mengembangkan dunia pertanian,” ujarnya.
Anggota Dewan yang duduk di Komisi B ini pun berharap, agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) untuk mengenalkan inovasi-inovasi pertanian kepada kaum muda, agar bisa dimanfaatkan untuk dapat menarik minat petani muda di Kabupaten Pati.
Narso pun mengakui, bahwa sampai saat ini pemerintah kesulitan memberikan stimulus kepada anak muda supaya mau bertani. “Sebenarnya tidak hanya kesulitan mencari pekerjaan, inovasinya juga sulit karena memang usia petani kita diatas 50 tahun,” sambungnya.
Lebih lanjut, Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap, dengan kepedulian Pemkab Pati untuk menarik kaum muda dengan pengenalan inovasi kecanggihan di sektor pertanian, kaum muda bisa lebih tertarik untuk terjun ke sektor pertanian. “Sehingga upaya untuk menjaga ketahanan pangan dapat tetap tertopang dengan maksimal,” tutupnya. (Adv)










