KanalSatu.id – PATI, – Kelangkaan gas LPG sudah sering terjadi dan dirasakan masyarakat bawah. Berbagai aspek yang menjadi penyebab langkanya gas melon ukuran 3 kilogram tersebut. Program subsidi dari pemerintah, memang riskan dipermainkan oleh segelintir orang atau kelompok yang tidak bertanggung jawab, dan hanya menghitung keuntungan semata.
Kali ini, masyarakat di Kabupaten Pati juga mulai resah dengan kelangkaan gas elpiji tersebut. Masyarakat bawah ini mulai kebingungan mencari gas LPG untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya tersebut. Akibat kelangkaan tersebut, harga gas elpigi di tingkat bawah mencapai kisaran 30 ribu rupiah. Harga ini hampir dua kali lipat dari harga tertinggi yang sudah ditentukan oleh pemerintah.
hasil konversi dari kompor minyak tanah ini menjadi selangit, bahkan mencapai kisaran Rp 30 ribu, hampir dua kali lipat dari Harga Ecerean Tertinggi (HET) yang ditentukan oleh pemerintah.
Adalah Narso, salah satu Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati yang mengaku prihatin dengan kelangkaan dan tingginya harga gas elpigi tersebut. “Saya merasa prihatin dengan kelangkaan dan mahalnya gas elpigi tiga kilogram yang nyata-nyata diperuntukkan bagi masyarakat bawah. Ini kan subsidi dari pemerintah,” terang Narso.
Yang lebih memprihatinkan lagi, lanjut Narso, kelangkaan ini terjadi pada saat sebagian besar masyarakat sedang menjalankan ibadah puasa, dan menjelang hari raya idul fitri. Oleh karena itu, dirinya mendorong Pemerintah Kabupaten Pati untuk segera mengambil tindakan agar kelangkaan ini segera bisa teratasi.
Narso pun memaklumi, jika kelangkaan gas LPG dimungkinkan disebabkan oleh kondisi banjir yang melanda sejumlah daerah, sehingga transportasi menjadi terhambat, dan pengiriman gas ke SPBE-SPBE atau pangkalan-pangkalan terlambat. Namun demikian, lanjutnya, kelangkaan ini juga bisa terjadi adanya pihak-pihak yang sengaja bermain-main demi mendapatkan keuntungan pribadi. (Adv)










