KanalSatu.id – PATI, – Kondisi alun-alun Kembangjoyo saat ini sepi pengunjung. Sejumlah lapak memilih tutup, sehingga situasi di area tepi jalur Pantura ini bertambah semakin sepi. Pedagang di sana mayoritas mengaku mengeluh, karena tak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Melihat kondisi ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Ir. H. Sukarno mengaku prihatin dengan nasib para Pedagang Kaki Lima (PKL) di sana. Dia meminta, Pemerintah Kabupaten Pati memikirkan nasib mereka.
“Ini soal nasib mereka yang butuh penghidupan setiap hari bagi keluarganya. Sehingga, Pemerintah Kabupaten Pati harus memberikan solusi terbaik, agar para PKL di sana dapat bergeliat dalam perekonomiannya,” ujar Sukarno.
Menurut Sukarno, kompleks pusat kuliner yang dibangun pada 2021 itu merupakan peralihan dari PKL dari alun-alun Simpanglima yang sebelumnya telah direlokasi di belakang GOR Pesantenan. Komolek yang berada di Kelurahan Kalidoro, tersebut awalnya digadang-gadang menjadi pusat kuliner di Pati Kota. Akan tetapi, pada kenyataanya tidak sesukses harapan.
“Dari informasi yang saya terima, keadaan sepi ini sudah dirasakan para PKL sejak akhir tahun 2022 lalu. Dan sampai saat ini, kondisi semakin sepi,” imbuhnya.
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini menyadari, bahwa PKL menginginkan dapat membuka usahanya di tempat-temat yang ramai. Oleh karena itu, dirinya berharap, Pemerintah Kabupaten Pati memberikan kebijakan agar nasib para pedagang kali lima di alun-alun Kembangjoyo itu dapat diperhatikan. (Adv)










