Beranda Daerah 40 Desa di 10 Kecamatan Terdampak Kekeringan, BPBD Pati Fokuskan Bantuan ke...

40 Desa di 10 Kecamatan Terdampak Kekeringan, BPBD Pati Fokuskan Bantuan ke Jakenan

0
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetyo
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetyo

PATI — KanalSatu.id, Krisis air bersih akibat musim kemarau panjang di Kabupaten Pati terus meluas, dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mencatat sebanyak 40 desa di 10 kecamatan kini terdampak. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Jakenan menjadi wilayah dengan tingkat keparahan tertinggi.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa dalam peta infografis kekeringan yang disusun pihaknya, Jakenan mendapat kategori warna hitam sebagai penanda wilayah paling parah terdampak.

“Dari sekian itu kalau di dalam peta infografis yang kekeringan paling parah itu kita beri warna hitam di Kecamatan Jakenan,” katanya.

Selain Jakenan, ia menyebut Kecamatan Jaken dan Winong turut masuk dalam zona merah, sehingga secara keseluruhan kawasan Kawedanan Jakenan menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan droping air bersih.

“Kemudian yang bergerak kita beri warna merah itu wilayah Kecamatan Jaken, dan Winong. Rata-rata di wilayah Kawedanan Jakenan itu harus banyak atensi ke sana,” ujarnya.

Untuk menghadapi kondisi darurat ini, BPBD Pati saat ini menyiagakan empat unit tangki air yang mampu melakukan pengiriman bantuan hingga 8-12 kali droping per hari. Bantuan tersebut juga didukung oleh tangki dari Palang Merah Indonesia (PMI) serta sejumlah kelompok masyarakat yang peduli terhadap dampak kekeringan.

“Untuk saat ini kami di BPBD ada empat tangki yang kami siagakan, kemudian dari empat tangki itu bisa 8 sampai 12 tangki per hari. Selain dari BPBD ada tangki dari PMI dan masyarakat peduli kekeringan juga banyak,” pungkasnya.

Sementara itu, di wilayah Pati Utara, dampak kekeringan belum meluas seperti di wilayah selatan. Baru satu desa yang melaporkan krisis air bersih, yakni Desa Ngagel di Kecamatan Dukuhseti.

“Kemudian untuk Pati Utara secara umum itu tidak. Tetapi di Dukuhseti hari ini sudah ada laporan Desa Ngagel,” jelas Martinus.

Meski demikian, ia tetap mewaspadai potensi perluasan dampak ke desa-desa tetangga seperti Desa Bakalan, sehingga atensi terhadap wilayah Pati Utara juga tetap disiapkan. (RED)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here