PATI — KanalSatu.id, Upaya Kabupaten Pati membangun ekosistem ekonomi kreatif mulai membuahkan hasil di level nasional. Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menerima apresiasi sebagai Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif dalam acara Perayaan HUT salah satu TV nasional yang digelar di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, sebagai bentuk pengakuan atas komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dalam mendorong inovasi dan pengembangan sektor ekonomi kreatif di daerahnya.
“Kami mendapatkan apresiasi sebagai daerah inovatif dan ekonomi kreatif. Sekali lagi terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Pati, penghargaan ini adalah penghargaan untuk kita semua untuk menuju Kabupaten Pati yang kreatif dan inovatif,” kata Chandra.
Langkah konkret Pemkab Pati dalam mendukung sektor ini tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Pati Nomor 500.13/1036 Tahun 2026 tentang Pembentukan Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Kabupaten Pati Periode 2026–2030 yang terbit pada 2 April 2026, dan kemudian disempurnakan melalui SK Bupati Nomor 500.13/1896 Tahun 2026 pada 2 Juli 2026.
Ketua Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Kabupaten Pati, Acep Iqbal Syamsul Bilad, menyebut salah satu bukti nyata geliat ekonomi kreatif di Pati adalah penyelenggaraan Pekan Kreasi Pati dan Jateng Creative Fest di Alun-Alun Pati, 31 Juli hingga 5 Agustus 2026. Selama enam hari, kegiatan tersebut menyajikan pertunjukan seni budaya, pameran UMKM, festival kuliner, hingga kolaborasi komunitas kreatif dari berbagai daerah.
“Apresiasi ini kami harapkan tidak berhenti sebagai penghargaan, tetapi menjadi bentuk pengakuan bahwa upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Pati mulai mendapat perhatian di tingkat nasional,” ujar Iqbal.
Ia menegaskan, ekonomi kreatif seharusnya menjadi bagian integral dari strategi pembangunan daerah, bukan sekadar kegiatan pelengkap. “Harapannya Pati bukan hanya daerah yang memiliki banyak potensi, tetapi menjadi daerah yang mampu mengubah potensi lokal menjadi nilai ekonomi, membuka peluang kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memiliki daya saing,” pungkasnya. (RED)












