Beranda Advertorial Sawah Mengering di Pati Selatan, DPRD Khawatir Populasi Tikus Semakin Tak Terkendali

Sawah Mengering di Pati Selatan, DPRD Khawatir Populasi Tikus Semakin Tak Terkendali

0
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Warsiti
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Warsiti

PATI – KanalSatu.id, Kondisi sawah yang banyak kosong akibat kekeringan di wilayah Pati Selatan mulai menimbulkan kekhawatiran baru. Selain ancaman gagal tanam karena minimnya air, para petani kini juga dihadapkan pada potensi ledakan populasi hama tikus yang dapat merusak lahan pertanian.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Warsiti, mengatakan musim kemarau membuat banyak petani memilih tidak menanam karena kesulitan mendapatkan pasokan air. Situasi tersebut justru dimanfaatkan tikus untuk berkembang biak di area persawahan yang kosong.

“Ketika sawah banyak kosong karena tidak ada air, itu menjadi tempat berkembang biaknya tikus. Ini yang harus segera diantisipasi,” kata Warsiti.

Menurutnya, ancaman serangan hama tikus tidak bisa dianggap sepele. Jika populasi meningkat tanpa pengendalian yang jelas, maka kerusakan tanaman diperkirakan akan semakin luas ketika musim tanam kembali dimulai.

Warsiti menjelaskan, petani saat ini menghadapi kondisi yang cukup berat. Di satu sisi mereka kesulitan memulai masa tanam karena kekurangan air, namun di sisi lain ancaman serangan hama juga terus membayangi.

Ia khawatir, apabila tidak ada penanganan cepat dari pemerintah, kerugian petani akan semakin besar. Oleh karena itu, DPRD Kabupaten Pati meminta pemerintah daerah segera turun tangan melalui langkah-langkah konkret di lapangan.

“Jangan sampai petani sudah kesulitan air, nanti ditambah lagi hasil tanamnya rusak karena hama. Pemerintah harus hadir memberikan solusi,” tegasnya.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Warsiti, juga mendorong adanya gerakan pengendalian hama secara terpadu di wilayah selatan Kabupaten Pati. Menurutnya, pengendalian tidak cukup dilakukan secara individu oleh petani, tetapi harus melibatkan pemerintah dan kelompok tani secara bersama-sama.

Ia menilai, upaya pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah populasi tikus telanjur meningkat. Karena itu, koordinasi lintas sektor dinilai penting agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan daerah.

Selain pengendalian hama, DPRD Kabupaten Pati juga meminta perhatian lebih terhadap persoalan distribusi air pertanian selama musim kemarau. Sebab kebutuhan air tetap menjadi faktor utama keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan kerja sama para petani, DPRD Kabupaten Pati berharap produktivitas pertanian di wilayah Pati Selatan tetap dapat dipertahankan meski menghadapi tekanan musim kemarau yang cukup panjang tahun ini. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here