
Ngawi – KanalSatu.id – Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi melalui Bidang Perindustrian menggelar Workshop Diversifikasi Produk Tembakau Non Cukai yang berlangsung pada tanggal 1 sampai 3 Desember 2025 di Nata Hotel Ngawi. Acara dihadiri oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dengan peserta berjumlah 35 orang yang mewakili dari PR Krido Tani, PR Among Tani, PR Sugiyanti ( Nalami ), PT Dewi Murni Abadi dan PT Dadi Mulyo Sejati dengan narasumber dari Balai Penelitian Tembakau PTPN X Regional 1 Jember.
Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, menciptakan produk baru yang bernilai ekonomi tinggi dan aman bagi kesehatan serta memanfaatkan bagian lain dari tanaman dan limbahnya. Nilam Kusumawardani selaku Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi mengungkapkan bahwa tingginya produksi tembakau di Kabupaten Ngawi dapat dilakukan diverifikasi produk olahan tembakau sehingga apabila ada pengurangan pada industri rokok ada potensi lain dari tembakau yang dapat dimanfaatkan bagi kesehatan dan industri lain dari tembakau itu sendiri. ” Diversifikasi membantu menciptakan ketahanan ekonomi disektor pertanian tembakau, yang dalam penelitian modern tembakau memiliki sifat medis tertentu ” ungkap Nilam Kusumawardani.
Dalam penelitian modern daun tembakau dapat digunakan sebagai antiseptik, diuretik, ekspektoran dan antimikroba sedangkan ektraknya juga untuk produk kesehatan dan farmasi serta pengolahan limbah batang tembakau untuk produk bioetanol dan plastik.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengungkapkan bahwa dengan adanya diversifikasi produk tembakau diharapkan perusahaan dapat lebih fleksibel menghadapi perubahan tren pasar dan semakin memajukan perekonomian daerah, Melalui Workshop ini juga diharapkan peserta yang hadir dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk meningkatkan daya saing di pasar sekaligus menjaga keberlanjutan industri tembakau di Kabupaten Ngawi. ( Sony )









