KanalSatu.id – PATI, – Keberadaan rumah sakit swasta seperti Keluarga Sehat Hospital (KSH), RS Sebening Kasih, RS Budi Agung, hingga RS Mitra Bangsa menjadi rujukan tersendiri bagi masyarakat Pati yang hendak berobat. Karena bersaing dengan rumah sakit swasta inilah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati mendorong agar rumah sakit milik pemerintah yakni RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Soewondo dan RSUD Kayen untuk bisa meningkatkan layanan kesehatan.
Sebab, RSUD yang notabene merupakan RS milik pemerintah dibawa naungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dinilai harus menjadi pionir dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.
“Rumah sakit pemerintah wajib meningkatkan pelayanan terhadap pasien, sehingga tidak kalah saing dengan rumah sakit swasta,” ujar juru bicara DPRD Pati Muslihan.
Salah satu bentuk pelayanan yang perlu ditingkatkan menurut anggota Komisi A tersebut adalah budaya 5S atau senyum, salam, sapa, sopan, dan santun. Menurutnya, budaya ini harus melekat kepada seluruh pegawai RSUD.
Pihak dewan tidak ingin, ke depan mendapat keluhan lagi dari masyarakat akan buruknya pelayanan di RSUD yang selama ini dibiayai oleh negara.
Utamanya, pelayanan yang menyangkut masalah BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan yang seringkali dikeluhkan oleh pasien dengan alasan dipersulit pihak RSUD.
“Rumah sakit juga wajib untuk menerapkan budaya 5S atau senyum, salam, sapa, sopan, dan santun,” tutupnya
Dikatakan oleh politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini bahwa pelayanan dari petugas adalah yang utama dalam rangka memberikan kenyamanan pasien dan pengunjung RSUD. Sehingga, stigma negative yang sering muncul di benak masyarakat bisa berkurang dengan menerapkan budaya 5S ini. (Adv)










