Beranda Advertorial Ketua Komisi A Ajak Kades Gunakan Anggaran Desa Secara Akuntabel

Ketua Komisi A Ajak Kades Gunakan Anggaran Desa Secara Akuntabel

0
Bambang Susilo Ketua Komisi A DPRD Pati
Bambang Susilo Ketua Komisi A DPRD Pati

KanalSatu.id – PATI, Tahun 2024 Pemerintah kembali mengucurkan anggaran hingga milyaran rupiah kepada pemerintah desa di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Kabupaten Pati. Dalam RAPBN 2024 pemerintah telah menganggarkan Dana Desa senilai Rp 71 triliun, atau lebih besar 1,42 persen dibandingkan 2023. Sebanyak 75.259 desa di 434 kabupaten / kota seluruh Indonesia sebagai penerima Dana Desa.

Besaran nilai dana tersebut masing-masing terdiri dari Rp 68 triliun dana desa reguler, dan Rp1 triliun dari penganggaran pusat, serta Rp 2 triliun dana desa tambahan yang dialokasikan pada tahun berjalan.

Mengingat besarnya anggaran yang bakal dikelola desa, Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Ir. Bambang Susilo mengajak kepala desa untuk menggunakan anggaran yang masuk ke desa secara profesional dan akuntabel. “Pesan kami, kepala desa selaku pengguna anggaran, harus lebih cermat dan profesional serta akuntabel di dalam mengelola dan menggunakan anggaran tersebut,” ujar Bambang.

Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjelaskan, anggaran yang masuk ke pemerintah desa itu bermacam-macam. Diantaranya, ada Dana Desa (DD) dari Pemerintah Pusat, Anggaran Dana Desa dari Pemerintah Daerah, ada Bantuan keuangan dari provinsi (Banprov) dan bantuan keuangan dari kabupaten (Bankab), Bagi Hasil Pajak, PADes dan mungkin dana lain dari sumber lainnya. “Nominalnya mencapai milyaran rupiah,” tegasnya.

Selain itu, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, kepala desa harus mengalokasikan anggaran tersebut sesuai dengan peruntukannya sebagaimana telah diatur dalam Perdes APBDes. “Jangan lupa, dalam penggunaan DD tahun ini ada tiga hal yang menjadi prioritas dan wajib diselesaikan. Ketiga hal prioritas tersebut yakni penyaluran BLT-DD, penanganan kasus stunting, dan ketahanan pangan,” pungkasnya. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here