KanalSatu.id – PATI, – Masyarakat merasa prihatin dengan kenaikan beras yang lumayan tinggi terjadi dimana Ramadhan masih belum tiba. Kenaikan harga beras juga diikuti oleh naiknya sejumlah bahan pangan pokok lain, seperti cabai rawit juga mengalami kenaikan. “Kami mendorong Pemerintah Kabupaten Pati untuk mengambil langkah kebijakan agar dapat menekan laju inflasi,” ujar Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Hardi.
Dia mengatakan, kenaikan harga beras dapat berpengaruh pada harga komoditas pangan lainnya. “Apalagi, saat ini sudah mau masuk bulan Ramadhan, dan sebagian harga bahan pangan masih ada yang relative tinggi, seperti beras. Kami berharap, Pemerintah Kabupaten Pati dapat segera melakukan langkah kebijakan agar inflasi dapat diantisipasi,” harap Hardi.
Politisi dari Partai Gerindra ini menjelaskan, harga beras di pasaran sudah mengalami kenaikan sejak sekitar dua bulan lalu. Ironisnya, kenaikan beras justru pada masa petani sedang panen raya. Padahal, idealnya, pada saat panen, maka stock beras akan semakin bertambah, sehingga sesuai dengan hukum pasar, pada saat komoditas berlimpah, maka harga di pasaran harusnya turun.
Oleh karenanya, lanjut Hardi, Pemkab dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian bersama dengan Dinas Ketapang dan Bulog menggelar operasi pasar secara rutin dan merata di semua kecamatan. “Dengan adanya operasi pasar, maka harga beras dan komoditas lain di pasaran dapat dikontrol, sehingga mampu menekan laju inflasi,” ungkanya.
Hardi juga berharap, Pemkab melakukan pemantauan terhadap tata niaga pasar, agar kenaikan harga bahan pokok dapat terkendali, sekaligus menjamin ketersediaan bahan pokok untuk masyarakat Kabupaten Pati. “Selain itu, Pemkab juga perlu malukan pengawasan secara ketat terhadap distributor dan juga pedagang, agar tidak ada pihak-pihak yang memainkan harga demi mengambil keuntungan pribadi,” pungkasnya. (Adv)










