JurnalSatu.id- PATI, – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Hj. Muntamah mendorong pondok pesantren mampu melahirkan santri milenial berbasis IT. Hal itu cukup beralasan, karena saat sekarang merupakan era di mana perkembangan teknologi sangat cepat, orang-orang akan dengan mudah dalam mengakses informasi dengan kecanggihan teknologi.
Menurutnya, di era yang serba digital ini, perkembangan teknologi juga perlu dikenalkan di kalangan santri pondok pesantre. Santri bukan hanya diperuntukkan bagi orang yang mengaji kitab, namun juga harus dikenalkan perkembangan teknologi secara. “Dengan perkembangan zaman, pesantren harus mampu melahirkan santri yang ahli dalam bidang teknologi maupun literasi digital. Dunia akan semakin hebat, jika para pakar IT, ahli literasi dan yang menguasai IT adalah dari kalangan santri,” ujar Muntamah.
Politisi dan Kader Partai Kebagkitan Bangsa (PKB) yang juga pengurus organisasi Islam Nahdlatul Ulama atau NU ini menilai ponpes sebagai wadah atau tempat yang cocok bagi anak-anak dalam menimba ilmu. Dan tidak hanya ilmu agama saja, namun juga diberikan pembelajaran umum berbasis kebangsaan yang menekankan cinta terhadap tanah air. “NU itu sudah terbukti kiprahnya di bidang pendidikan, seperti pondok pesantren yang luar biasa besar dan tidak diragukan lagi. Tapi kami dorong di semua bidang bisa semakin maju,” ujarnya.
Wakil rakyat dari Pati utara ini menambahkan, teknologi atau literasi digital sangat penting bagi pembelajaran seorang santri. Dirinya mendorong agar pondok pesantren mulai menerapkan pendidikan dengan konsep digitalisasi, sekaligus mengenalkan para santri di dunia IT, agar lulusan pondok pesantren bisa menjadi santri milenial,” pungkasnya. (Adv)










