SEMARANG – KanalSatu.id, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026, di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (27/8/2026). Sedikitnya 19 proyek siap ditawarkan, dengan total investasi Rp14,9 triliun.
Hal itu disampaikan Pengarah Perencanaan, Pengembangan dan Promosi Penanaman Modal, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Rutty Yosika, saat Dialog di Studio Jateng Online Radio, Senin (24/8/2026). Dikatakan, event tersebut menjadi ajang promosi potensi investasi Jaw Tengah kepada investor.
Rutty menjelaskan, CJIBF 2026 ini merupakan hasil sinergi Pemprov Jateng dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah melalui wadah Keris Jateng, yaitu Forum Koordinasi antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Tema yang diangkat kali ini, Sustainable Development atau Pembangunan Berkelanjutan.
“Tema yang diangkat ini menjadi tanggapan Jawa Tengah, terhadap kebutuhan investasi yang semakin memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG). Melalui CJIBF ini, Jawa Tengah merespons tantangan tersebut dengan mendorong investasi hijau, transisi ke energi terbarukan, kemudian penerapan ekonomi sirkular,” ujar Rutty.
Dia membeberkan, tak hanya pameran, event tersebut sekaligus menjadi forum bisnis, yang mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor, juga menawarkan investasi di kawasan industri di Jawa Tengah. Proyek yang ditawarkan telah melalui proses kurasi, termasuk proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO), yang dinilai telah siap ditawarkan kepada investor.
“Pemerintah tidak hanya menunggu investor datang, tetapi melakukan pendekatan langsung ke pusat-pusat investor, termasuk Jakarta. Pada CJIBF 2026 ini, terdapat 19 proyek IPRO yang akan ditawarkan dengan total nilai investasi mencapai sekitar Rp14,9 triliun. Proyek tersebut tersebar di sejumlah kabupaten/ kota di Jawa Tengah, dan mencakup berbagai sektor, mulai dari energi, industri, perikanan, pariwisata, pengelolaan sampah, hingga Kesehatan,” kata Rutty.
Melalui CJIBF 2026 ini, dia berharap investasi yang masuk dapat membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah. Juga menjadi salah satu langkah pemprov untuk menjemput investasi, sekaligus memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai daerah tujuan investasi, yang siap menawarkan proyek-proyek berkelanjutan.
(Hms.Jtg)









