PATI – KanalSatu.id, – Bersih desa yang saat ini marak digelar di desa-desa di Kabupaten Pati diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, saat dimintai tanggapan terkait bulan Dzulqo’dah atau bulan Apit yang sering digunakan untuk menggelar tradisi sedekah bumi atau bersih desa.
Menurutnya, tradisi bersih desa di Jawa merupakan salah satu kearifan lokal yang berfungsi melampaui sekadar ritual adat, melainkan telah bertransformasi menjadi sarana edukasi sosial yang penting bagi masyarakat.
“Kegiatan sedekah bumi juga dapat menjadi ajang penguatan kerukunan bagi masyarakat, sekaligus sebagai sarana edukasi sosial melalui interaksi bersama antar warga dalam forum kegiatan,” ujarnya.
Orang nomor satu di jajaran legislator Kabupaten Pati ini juga berharap, sedekah bumi dapat menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga kerukunan antarwarga.
“Kami berharap, acara sedekah bumi ini, dapat diambil hikmahnya, sehingga dapat menjadi sarana yang menyebabkan kebaikan bagi masyarakat secara umum,” sambungnya.
Sebagaimana diketahui, acara sedekah bumi merupakan tradisi dan adat yang sudah dilaksanakan turun temurun oleh masyarakat Jawa. Sedekah bumi juga merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas segala karunia Alloh, atas hasil bumi yang melimpah.
Di Kabupaten Pati, saat ini banyak desa yang sudah menyelenggarakan sedekah bumi, dengan menggelar berbagai macam kesenian yang dapat memberikan hiburan bagi masyarakat. Selain hiburan, yang tidak kalah pentingnya, adalah doa bersama, yang dilaksanakan mulai dari tingkat desa, sampai ke tingkat RT, sehingga hampir semua warga dapat mengikuti kegiatan tersebut. (Adv)










