PATI – KanalSatu.id, Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati berencana kembali memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dalam waktu dekat guna meminta penjelasan lebih rinci terkait rencana pengerjaan infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Pati.
Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, mengatakan bahwa pemanggilan tersebut penting dilakukan agar pihak legislatif mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai progres perbaikan jalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
Menurutnya, sebelumnya DPRD telah mengundang pihak DPUTR saat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), namun Kepala DPUTR tidak dapat hadir karena ada agenda lain. Akibatnya, sejumlah pertanyaan penting terkait teknis pengerjaan jalan belum dapat dijawab secara lengkap.
“Kemarin saat pembahasan LKPJ kita sudah panggil DPU, tetapi Pak Kepala Dinas tidak masuk karena ada keperluan. Jadi belum bisa bertanya lebih detail. Dalam waktu dekat ini, InsyaAllah kita panggil lagi,” ujar Joni.
Ia menegaskan, DPRD ingin memastikan berbagai persoalan yang berpotensi menghambat pengerjaan proyek jalan, termasuk isu kenaikan harga aspal dan bahan bakar minyak (BBM), dapat dijelaskan secara terbuka.
Menurut Joni, pihaknya belum mengetahui secara pasti sejauh mana dampak kenaikan harga material terhadap proyek jalan tahun ini. Karena itu, Komisi C akan meminta paparan langsung dari DPUTR agar bisa mengetahui kondisi sebenarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan revisi perencanaan akibat naiknya harga aspal.
Ia menyebut proses lelang ditargetkan bisa dimulai pada awal Mei 2026. Setelah itu, pengerjaan fisik jalan akan segera dilaksanakan, khususnya pada ruas prioritas tahap pertama seperti Jalan Juwana-Guyangan, depan Terminal Pati, Guyangan-Runting, Jaken-Jakenan, Jetak-Guyangan, hingga Boloagung-Trimulyo.
“Semoga awal Mei sudah bisa proses lelang,” jelas Hasto. (Red)










