KanalSatu.id – PATI, – Dewasa ini, gadget menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Kondisi ini pun mengubah cara pandang orang dalam memakai gadget, tidak terkecuali bocah yang belum cukup umur pun sudah dicekoki teknologi ini.
Akibatnya ‘sirkuit senang’ dalam otak mereka terbentuk dan terorientasi pada gadget yang mampu menstimulasi kesenangan anak secara terus menerus seiring frekuensi pemakaian gadget.
Dalam keseharian, sudah tidak asing ketika para orangtua melihat anak sering marah-marah, berteriak, bahkan senyum-senyum sendiri ketika bermain game online. Anak-anak seperti ini bahkan tahan untuk tidak makan seharian asalkan daya baterai gadget mereka tetap terisi penuh.
Menanggapi kondisi ini, Anggota DPRD Pati Warsiti mengajak orangtua untuk bisa membatasi pemakaian gadget pada anak. Hal itu dimaksudkan sebagai salah satu upaya agar anak tidak terlalu kecanduan pada gadget.
“Pada awalnya, anak-anak memang menilai gadget sebagai sesuatu yang menyenangkan, kemudian dilakukan secara berulang-ulang, dan akhirnya menjadi kebiasaan serta tidak terkendali. Ketika tidak dapat dikendalikan menjadi keterusan. Setelah keterusan, ketika tidak dilakukan menjadi sesuatu yang tidak mengenakkan, ada perasaan tidak puas,” beber Warsiti.
Menurut Warsiti, tidak ada yang salah untuk mengenalkan gadget kepada anak sejak dini karena memang merupakan tuntutan zaman. Namun, lanjutnya, pencegahan agar anak tidak sampai mengalami kecanduan gadget perlu dilakukan.
“Peran orangtua sangat mendominasi. Ortu bisa melakukan pengawasan terhadap penggunaan gadget sejak awal ketika diperkenalkan kepada anak. Jikalau orangtua belum yakin mampu memberikan pengawasan terhadap pemakaian gadget, sebaiknya jangan anak jangan diberikan gadget dulu,” pungkasnya. (Adv)










