KanalSatu.id – PATI, – Lesunya sektor ekonomi kreatif (ekraf) di Kabupaten Pati mendapat sorotan dari angota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Muslihan. Menurutnya, sektor ekraf di Bumi Mina Tani yang cukup dikenal luas adalah dari bidang kuliner dan kerajinan tangan.
Sedangkan sektor lain seperti perfilman, dinilai olehnya masih kurang berkembang. Untuk itu, dirinya meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati baik melalui Dinas Koperasi dan UMKM (DinkopUMKM) bersama dengan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) untuk bisa membuat terobosan baru dalam menggalakkan ekraf khususnya di bidang film.
“Ini harus kita dorong agar dunia perfiman bisa dikenal. Yang namanya ekonomi kreatif harus kita tingkatkan dan kita wujudkan bahwa Pati bisa,” tutur Muslihan.
Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menambahkan, peranan anak muda juga didorong untuk lebih aktif dalam mengembangkan sektor ekraf. Pelatihan sejak dini saat masih duduk di bangku sekolah juga diminta untuk digalakkan.
Apalagi, melihat kondisi saat ini dimana lapangan kerja yang sempit tidak sebanding dengan jumlah Angkatan kerja yang setiap tahun bermunculan. “Saya ingin merujudkan ekonomi kreatif yang lebih maju di Kabupaten Pati. Ada kulinerikan bandeng yang harusnya bisa dikembangkan oleh anak muda,” imbuh pria asal Trangkil itu.
Sementara itu Kepala Dinporapar Pati, Rekso Suhartono menyebut ada tiga subsector ekraf unggulan yang ada di Kabupaten Pati. Antara lain seni pertunjukan, kuliner, dan seni kriya.
Ia berharap dengan peran serta seluruh stakeholder yang terlibat bisa turut memajukan sektor ekraf di Kabupaten Pati agar lebih maju menuju kabupaten kreatif. “Tujuannya kalau sudah menjadi kabupaten kreatif tentunya akan banyak keuntungan akan didapat Kabupaten Pati,” tutup Rekso. (Adv)










