KanalSatu.id – PATI, – Sejak dibangun pada tahun 2021 lalu, lokasi yang digadang-dagang sebagai pusat kuliner di alun-alun Kembangjoyo sampai saat ini masih sepi pengunjung. Bahkan sejumlah lapak memilih tutup, sehingga situasi di area tepi jalur Pantura ini bertambah semakin sepi. Banyak pedagang yang mengeluh, karena tak sesuai dengan apa yang diharapkan sejak awal dibangun pemerintah daerah Kabupaten Pati.
Kondisi ini mengundang keprihatinan Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Ir. Bambang Susilo. Dirinya mengaku prihatin dengan nasib para Pedagang Kaki Lima (PKL) di sana. Bambang meminta, Pemerintah Kabupaten Pati memikirkan nasib para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di sana.
Menurut Bambang, kondisi ini menyangkut soal nasib para PKL bersama dengan keluarga masing-masing. Mereka butuh penghidupan setiap hari bagi keluarganya dari hasil berdagang di lokasi yang berada di depan pasar Yaik, Kalidoro Pati tersebut. “Harapan kami, Pemerintah Kabupaten Pati harus memberikan solusi terbaik, agar para PKL di sana dapat bergeliat dalam perekonomiannya. Kalau tidak, tentu saja kasihan nasib mereka,” ujar Bambang.
Kompleks pusat kuliner alun-alun Kembangjoyo yang dibangun pada 2021 itu merupakan peralihan dari PKL dari alun-alun Simpanglima yang sebelumnya telah direlokasi di belakang GOR Pesantenan. Komplek yang berada di Kelurahan Kalidoro, tersebut awalnya digadang-gadang menjadi pusat kuliner di Pati Kota. Akan tetapi, pada kenyataanya tidak sesukses harapan.
Lebih lanjut, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyadari, bahwa PKL menginginkan dapat membuka usahanya di tempat-temat yang ramai. Namun, ketika kondisi alun-alun Kalidoro sebagai pusat kuliner semakin sepi, maka PKL yang ada di sana juga hanya bisa pasrah, dan tidak bisa berbuat apa-apa. (Adv)










