Beranda Advertorial DPRD Pati Hj. Muntamah Ajak Masyarakat Hindari Pernikahan Dini

DPRD Pati Hj. Muntamah Ajak Masyarakat Hindari Pernikahan Dini

0
Hj Muntamah FPKB DPRD Kabupaten Pati
Hj Muntamah FPKB DPRD Kabupaten Pati

KanalSatu.id – PATI, – Istilah pernikahan dini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh salah satu pasangan yang memiliki usia di bawah umur sesuai dengan ketentuan yang berlalu. Trend pernikahan belum cukup umur ini marak terjadi, dan tidak hanya di desa melainkan juga terjadi di kota.

Terkait hal tersebut, Hj. Muntamah selaku Anggota DPRD Kabupaten Pati mengajak masyarakat untuk bisa menghindari pernikahan dini. Menurutnya, pernikahan dini memiliki dampak negatif bagi yang melakukannya baik pria ataupun wanita dalam berbagai aspek seperti psikologi, kesehatan dan mental. “Meskipun pernikahan di usia dini juga memiliki dampak positif, namun dibandingkan dengan dampak negatifnya tentu sangat tidak seimbang,” ujar Muntamah.

Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku prihatin dengan banyaknya pernikahan yang mestinya belum waktunya. Dia menyebut jika pernikahan dini tidak tepat dan perlu dihindari, karena berpotensi meningkatkan angka perceraian. “Pernikahan dini ini sangat riskan menimbulkan terjadinya perceraian, karena dari segi ekonomi dan mental yang belum mapan, serta secara emosional, mereka masih labil,” beber Muntamah.

Aktivis perempuan dari Pati utara ini berharap, masyarakat dapat memahami dampak negatif yang dapat ditimbulkan akibat dari pernikahan dini. Hal ini, lanjut Muntamah, sebagai bentuk perhatian terhadap anak agar dipersiapkan secara matang untuk menghadapi pernikahan demi membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warohmah.

“Dilihat dari berbagai sisi, pernikahan dini akan membawa banyak kerugian bagi salah satu pasangan. Oleh karenanya, orangtua wajib berpikir berulang kali jika ingin menikahkan anaknya yang masih di bawah umur. Bahkan pernikahan dini bisa dikategorikan sebagai bentuk kekerasan psikis dan seks bagi sang anak, yang kemudian dapat mengalami trauma,” pungkasnya. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here