KanalSatu.id – PATI, – Polemik kelangkaan pupuk subsidi masih dihadapi oleh para petani, dan menjadi pil pahit yang harus ditelan, tanpa mengetahui, kapan penderitaan ini akan berakhir. Pupuk subsidi seakan menjadi barang langka meskipun sebenarnya keberadaannya nyata dan ada.
Melihat fenomena seperti ini, Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Ir. H. Sukarno mendorong petani untuk memanfaatkan pupuk organik biosaka sebagai alternative. “Pupuk Biosaka merupakan produk non paten dan non pupuk yang diramu sendiri oleh petani. Produk biosaka ini merupakan elisitor, artinya suatu produk yang berfungsi sebagai signaling bagi tanaman untuk tumbuh dan berproduksi lebih bagus. Dan ini sangat cocok digunakan, sebagai pengganti pupuk bersubsidi yang langka tersebut,” ujarnya.
Sukarno menambahkan, biosaka sangat bermanfaat untuk melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit serta mampu menekan penggunaan pupuk. Menurutnya, pupuk biosaka ini merupakan salah satu teknologi temuan yang cara pembuatannya dengan bahan murah dan sederhana.
“Dalam proses pembuatan hanya membutuhkan jenis rumput liar yang tumbuh di sekitar sawah serta air secukupnya. Pembuatannya dilakukan dengan cara meremas-remas rumput di dalam air agar sari-sarinya dapat keluar dan menjadi cairan yang homogeny,” terangnya..
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini menambahkan, Biosaka bisa dijadikan solusi untuk bagi petani. Karena, lanjut dia, jika menggunakan pupuk kimia non subsidi, petani akan merasakan berat di ongkos. Dengan menggunakan inovasi teknologi Biosaka ini, lanjut Sukarno, petani bisa menghemat sekitar 70 persen penggunaan pupuk kimia, bahkan ada yang sampai 100 persen menggunakan Biosaka. (Adv)










