Beranda Advertorial Ketua DPRD Pati Ali Badrudin Dorong Pemkab Tingkatkan Pembinaan Petani Kebun

Ketua DPRD Pati Ali Badrudin Dorong Pemkab Tingkatkan Pembinaan Petani Kebun

0
Ali Badrudin, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati
Ali Badrudin, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati

KanalSatu.id – PATI, Hasil buah-buahan petani kebun sampai saat ini melimpah. Sektor perkebunan merupakan salah satu yang cukup diminati oleh masyarakat Kabupaten Pati, khususnya yang tinggal di kawasan lereng Gunung Muria. Beberapa komoditas unggulan di sektor perkebunan yang cukup banyak dibudidayakan antara lain manggis, kopi, coklat, alpukat, hingga durian, matoa, dan lain sebagainya. Distribusi hasil komoditas kebun ini pun jga sudah sampai ke luar kota.

Ali Badrudin, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mengaku sangat salut dengan keberhasilan tersebut. Ali Badrudin mendorong masyarakat untuk lebih gemar menkonsumsi buah lokal. “Masyarakat kita harus lebih gemar menkonsumsi hasil buah perkebunan petani-petani lokal kita. Rasanya juga enak, tak kalah dengan buah import,” tegasnya.

Politisi dari Pati selatan ini berharap ada inovasi yang lebih variatif untuk mengolah buah-buahan agar tidak dijual mentah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) didorong untuk bisa memberikan penyuluhan dan inovasi agar bisa diolah terlebih dahulu untuk meningkatkan nilai jual.

“Harapan kami, Pemkab Pati melalui Dinas Pertanian bisa meningkatkan dalam memberikan pembinaan, agar petani kebun kita dapat lebih inovatif dalam mengolah hasil kebun. Kalau bisa dikemas atau diolah lebih inovatif, maka nilai jualnya juga akan lebih tinggi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dispertan Kabupaten Pati Niken Tri Meiningrum mengatakan bahwa pihaknya juga bakal terus memberikan edukasi berbasis inovasi kepada para petani buah yang ada di Kabupaten Pati. Dia mencontohkan, tanaman kopi yang menurutnya saat ini berkembang sangat pesat bahkan sudah terkenal dengan nama Kopi Jollong.

“Komoditas kopi, misalnya, dulu kami sampai kelebihan stok. Tetapi saat ini kami justru kekurangan stok karena banyaknya UMKM yang bergerak di bidang kopi. Ini bukti bahwa pemerintahan sukses dalam melakukan pembinaan terhadap para petani kebun,” imbuhnya. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here