Beranda Advertorial Kartu Guru Sejahtera di Jepara Sasar 17.372 Pendidik non-ASN Sekolah, Madrasah, TPQ...

Kartu Guru Sejahtera di Jepara Sasar 17.372 Pendidik non-ASN Sekolah, Madrasah, TPQ hingga Ponpes

0
Kartu Guru Sejahtera di Jepara Sasar 17.372 Pendidik non-ASN Sekolah, Madrasah, TPQ hingga Ponpes
Kartu Guru Sejahtera di Jepara Sasar 17.372 Pendidik non-ASN Sekolah, Madrasah, TPQ hingga Ponpes

JEPARA – KanalSatu.id – Sebagai apresiasi kepada para pendidik, 17.372 guru non-ASN di sekolah maupun madrasah, ustaz TPQ, madin dan ponpes, hingga guru lembaga kursus di Kabupaten Jepara, tahun ini disasar progam Kartu Guru Sejahtera.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo menegaskan, pembangunan yang paling mendasar terletak pada kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, hal tersebut berawal dari ruang kelas, madrasah, dan sekolah, serta peran besar para guru sebagai ujung tombak pendidikan.

“Peran besar guru, ustaz, kiai, maupun para pendidik ini harus kita apresiasi, karena anak-anak kita menjadi terdidik berkat beliau-beliau itu,” ujar bupati, pada halal bihalal dan peringatan hari lahir (Harlah) ke-74 Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), di Aula Sunu Ngesti Tomo.

Dengan alokasi anggaran sebesar Rp19,488 miliar, program tersebut telah memberikan manfaat kepada 10.827 guru non-ASN di Jepara. Program ini dihadirkan sebagai bentuk penghormatan dan perhatian kepada para guru yang selama ini mengabdi dengan penuh keikhlasan.

Disampaikan, pada 2026, program Kartu Guru Sejahtera akan terus dilanjutkan dengan cakupan penerima yang lebih luas. Sasaran program mencakup guru TPQ, madin, pondok pesantren, pendidikan keagamaan lainnya, pendidikan nonformal/kesetaraan, instruktur lembaga kursus, guru SD dan SMP swasta, hingga guru PAUD dengan status non-PNS dan non-PPPK, yang belum menerima tunjangan profesi guru. Total penerima manfaat tahun ini mencapai 17.372 orang.

Paad kesempatan itu, bupati juga menuturkan terkait Program Kartu Sarjana Jepara, yang telah membantu 2.398 siswa dan mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Menurutnya, program tersebut akan terus berlanjut pada 2026, dengan penambahan penerima baru yang didukung oleh Baznas serta kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi. Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas generasi muda di Jepara, agar memiliki masa depan yang lebih baik.

“Ini adalah bagian dari ikhtiar kita, agar anak-anak Jepara memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Ketua Pergunu Jepara, Ahmad Makhali menyampaikan terima kasih atas perhatian bupati terhadap dunia pendidikan, tanpa memandang status lembaga. Menurutnya, jika kesejahteraan guru terangkat maka imbasnya juga dibarengi peningkatan kualitas pendidikan di Kota Ukir.

“Kartu Guru Sejahtera ini kabar gembira untuk para guru madrasah kita yang jumlahnya sekitar 2.241 orang,” tandasnya.

(Diskominfo.Jpr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here