Beranda Advertorial Tanah di Bantaran Sungai Juwana Amblas, Ini Harapan DPRD Pati

Tanah di Bantaran Sungai Juwana Amblas, Ini Harapan DPRD Pati

0
Fenomena tanah gerak yang terjadi di Dukuh Guyangan, Desa Purworejo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati
Fenomena tanah gerak yang terjadi di Dukuh Guyangan, Desa Purworejo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati

KanalSatu.id – PATI, – Peristiwa yang terjadi kemarin di Dukuh Guyangan Desa Purorejo Kecamatan Pati, kabupaten Pati dimana ada tanah yang bergerak sempat mengagetkan warga. Kejadian ini menyebabkan puluhan bangunan rumah dan ruko mengalami kerusakan di sekitar lokasi.

Kejadian pada hari Sabtu tanggal 7 September kemarin ini mendapat perhatian dari Danu Ikhsan Harischandra, salah satu anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Pati. Putra dari Noto Subianto yang merupakan anggota DPRD Pati periode sebelumnya ini mengaku prihatin dengan terjadinya peristiwa tersebut.

Wakil rakyat yang baru saja dilantik akhir Agustus lalu itu lantas mendorong pemerintah melalui instansi terkait untuk segera mencarikan solusi untuk menangani permasalahan ini. “Harapan kami, pemerintah, mulai instansi terkait, mulai dari Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman atau Disperkim, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, BPBD dapat menyikapi peristiwa ini.

Kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini juga menyampaikan, bahwa peristiwa sebenarnya telah terjadi di jalan menuju Pulau Seprapat Juwana. “Oleh karena itu, perlu dikaji lebih dalam agar peristiwa serupa bisa diantisipasi agar masyarakat lebih nyaman dan aman,” ujar Danu.

Sebagaimana diketahui, penyebab dari insiden tanah gerak di jalan menuju Pulau Seprapat Juwana disinyalir dikarenakan oleh adanya aktivitas alat berat yang sedang melakukan normalisasi Sungai Juwana serta pembuatan tanggul untuk menangani masalah banjir. Sedangkan dugaan sementara dari BPBD Pati bahwa insiden tanah gerak di Guyangan diakibatkan menyusutnya debit sungai juwana, sehingga aliran air bawah tanah yang menguatkan pondasi bangunan menjadi kering membuat tanah menjadi labil.

“Dari peristiwa ini, intinya, jangan sampai terulang kembali, kasihan warga yang tinggal di sekitaran sungai, dan jangan sampai ada korban,” pungkas Dhanu. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here