KanalSatu.id – PATI, – Sejak awal Agustus lalu, krisis air bersih mulai dirasakan masyarakat di Pati selatan. Dan pada saat ini, kekeringan sudah melanda di lebih dari 33 desa dari 8 kecamatan. Krisis air bersih yang dialami warga ini sebagai imbas dari musim kemarau yang panjang, sehingga sumber mata air menjadi kering.
Kondisi ini mendapat tanggapan dari Anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Pati, Jaza Khaerul Sofyan. Dia mengaku prihatin dengan kekeringan yang melanda setiap tahun pada musim kemarau panjang. Dia juga berharap agar bantuan air bersih terus berlanjut sampai musim hujan tiba.
“Harapam kami, droping air bersih ini bisa terus berlanjut, sehingga saudara kita yang saat ini mengalami krisis air bersih dapat tercukupi kebutuhan akan air bersih. Karena, kebutuhan air bersih ini adalah yang utama untuk aktivitas sehari-hari dan harus bisa dipenuhi,” ujarnya.
Anggota Dewan yang dilantik pada tanggal 27 Agustus lalu itu mengaku sering ikut membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih, terutama di daerah pemilihan IV seperti di Kecamatan Winong, Jakenan, Jaken, dan Pucakwangi. “Kami mengajak semua elemen masyarakat dapat menunjukkan kepeduliannya di dalam misi sosial, misi kemanusiaan untuk memberikan bantuan air bersih,” imbuhnya.
Wakil rakyat yang akrab disapa Saprol itu pun berharap, agar nantinya ada solusi nyata dari pemerintah untuk bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi setiap tahun tersebut. Karena, lanjut dia, Pati selatan ini jika musim kemarau seperti ini dilanda kekeringan, dan jika pada musim penghujan dilanda banjir. (Adv)










